Sirene Bahaya Aktif di Sejumlah Wilayah Arab Saudi
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i196814-sirene_bahaya_aktif_di_sejumlah_wilayah_arab_saudi
Pars Today - Organisasi Pertolongan dan Penyelamatan Arab Saudi pada Selasa (15/9) dini hari mengumumkan bahwa sirene bahaya telah aktif di beberapa wilayah selatan negara itu.
(last modified 2026-09-15T05:44:45+00:00 )
Sep 15, 2026 12:42 Asia/Jakarta
  • Serangan rudal
    Serangan rudal

Pars Today - Organisasi Pertolongan dan Penyelamatan Arab Saudi pada Selasa (15/9) dini hari mengumumkan bahwa sirene bahaya telah aktif di beberapa wilayah selatan negara itu.

Melansir IRNA yang mengutip jaringan Al Jazeera, Selasa, 15 September 2026, lembaga ini dalam pengumuman terpisah melaporkan aktifnya peringatan bahaya di Provinsi Yanbu dan Taif, Jeddah, kota Abha, wilayah Jazan, dan Provinsi Al-Ula.

Meskipun sumber-sumber resmi Yaman hingga kini belum memberikan komentar tentang penyebab aktifnya sirene-sirene ini, beberapa sumber tidak resmi melaporkan serangan rudal angkatan bersenjata Yaman ke wilayah-wilayah Arab Saudi tersebut dan menyebut penyebab aktifnya sirene bahaya adalah serangan-serangan ini.

Jenderal Yahya Sariee, Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman, tadi malam dengan memperingatkan para agresor menegaskan, "Serangan-serangan agresif ini tidak akan dibiarkan tanpa respons yang pantas dan hukuman yang keras."

Ia beberapa jam sebelumnya juga dalam sebuah pernyataan melaporkan operasi terhadap sasaran-sasaran di Arab Saudi.

Sariee mengatakan, "Sebagai respons terhadap agresi Arab Saudi terhadap negara dan bangsa Yaman serta dilakukannya lebih dari 300 serangan udara selama 5 hari terakhir, Angkatan Bersenjata Yaman dalam sebuah operasi militer yang luas dan unik, menghantam fasilitas dan infrastruktur militer Arab Saudi termasuk hanggar jet tempur, radar, gudang penyimpanan, dan sasaran lain di Pangkalan Udara King Khalid di Khamis Mushait dengan puluhan rudal balistik dan drone, dan berkat karunia Tuhan operasi ini tepat dan langsung serta menimbulkan kerusakan luas pada pangkalan tersebut."

Sariee mengatakan bahwa operasi militer di kedalaman Arab Saudi akan berlanjut hingga agresi berakhir dan setiap agresi baru akan dihadapi dengan operasi yang lebih luas dan lebih intens.

Ia menegaskan bahwa persamaan "pengepungan lawan pengepungan dan ketegangan lawan ketegangan" akan berlanjut hingga agresi dihentikan dan pengepungan diakhiri.

"Sirene bahaya aktif di sejumlah wilayah Arab Saudi; Yanbu, Taif, Jeddah, Abha, Jazan, dan Al-Ula, pada Selasa dini hari. Sumber tidak resmi mengaitkan ini dengan serangan rudal angkatan bersenjata Yaman. Jubir Angkatan Bersenjata Yaman, Jenderal Yahya Saree, menyatakan bahwa serangan ini adalah respons atas agresi Saudi dan lebih dari 300 serangan udara selama 5 hari terakhir. Yaman menghantam Pangkalan Udara King Khalid di Khamis Mushait dengan puluhan rudal balistik dan drone, menghancurkan hanggar jet tempur, radar, gudang penyimpanan, dan sasaran lainnya."(Sail)