Irak Tolak Partisipasi Pasukan Asing dalam Pembebasan Mosul
Perdana Menteri Irak mengatakan, kami tidak akan pernah mengizinkan pasukan Turki berpartisipasi dalam operasi pembebasan kota Mosul dari pendudukan kelompok teroris Takfiri Daesh.
Haider al-Abadi mengatakan hal itu dalam pernyataannya pada Sabtu (15/10/2016) ketika menolak keikutsertaan militer Turki dalam operasi pembebasan kota Mosul di Pusat Provinisi Nineveh.
"Tidak ada seorang pun yang meminta Turki untuk intervensi masalah ini," kata al-Abadi seperti dilansir jaringan televisi Alalam.
Menurutnya, campur tangan mencurigakan Turki tidak dapat diterima dan pemerintah Irak tidak akan mengizinkan intervensi tersebut.
"Rakyat Irak ingin membebaskan tanah air mereka dari pendudukan teroris," imbuhnya.
Al-Abadi lebih lanjut menegaskan, rakyat Irak akan berjuang sendirian di kota Mosul dan tidak ada pasukan asing yang turut serta dalam pembebasan kota ini.
Sejak awal bulan Desember 2015, Turki telah mengerahkan ratusan pasukan ke wilayah Bashiqa, dekat Mosul di Provinsi Nineveh dengan dalih melatih pasukan Peshmerga untuk melawan teroris Daesh.
Kehadiran pasukan Turki di Irak tanpa adanya izin dari pemerintah pusat Baghdad, bahkan Ankara secara sepihak memperpanjang kehadiran pasukannya itu.
Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki mengumumkan perpanjangan kehadiran militer negaranya di utara Irak selama setahun dan akan berpartisipasi dalam pembebasan kota Mosul dari pendudukan kelompok teroris Takfiri Daesh. (RA)