Araghchi: Hubungan Iran dan Irak dalam Kondisi Terbaik
Menteri Luar Negeri Iran yang melakukan perjalanan ke kota Najaf untuk menghadiri acara Arbain Husaini, menyebut kunjungan terbaru Perdana Menteri Irak ke Teheran sebagai sesuatu yang konstruktif dan mengatakan: “Iran dan Irak memiliki kerja sama yang erat dan berkelanjutan dalam isu-isu politik, ekonomi, dan keamanan.”
Menurut Pars Today, Menteri Luar Negeri Iran Seyyed Abbas Araghchi pada Senin dalam wawancara dengan kantor berita resmi Irak mengatakan: “Hari ini saya tiba di kota Najaf al-Asyraf dan sedang dalam perjalanan menuju Karbala al-Mualla untuk menghadiri acara Arbain. Di Najaf saya menyaksikan persiapan dan pengaturan yang luas untuk memberikan pelayanan kepada para peziarah, dan kepuasan umum terhadap tingkat layanan yang diberikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya menunjukkan kemajuan berkelanjutan dalam penyelenggaraan acara ini.”
Araghchi menambahkan: “Acara Arbain merupakan sebuah pertemuan besar dan simbol persatuan bangsa-bangsa Irak dan Iran, karena sebagian besar pesertanya adalah para peziarah dari kedua negara, dan kehadiran besar ini menunjukkan kokohnya ikatan agama dan keyakinan antara kedua bangsa.”
Araghchi menegaskan bahwa solidaritas ini sebelumnya juga telah terlihat dalam prosesi pemakaman pemimpin syahid Revolusi, yang menunjukkan kedalaman perasaan dan persatuan yang telah mengakar antara kedua bangsa.
Menteri Luar Negeri Iran mengenai hubungan bilateral juga mengatakan: “Syukurlah, hubungan kami dengan pemerintah Irak saat ini berada dalam kondisi terbaiknya, dan kunjungan terbaru Perdana Menteri Irak ke Teheran juga disertai dengan pembicaraan yang sangat konstruktif.”
Ia merujuk pada kerja sama kedua negara dan menyatakan: “Iran dan Irak memiliki kerja sama yang erat dan berkelanjutan dalam berbagai bidang, termasuk isu-isu politik dan pengambilan sikap bersama mengenai berbagai persoalan yang menjadi perhatian, serta di bidang ekonomi, keamanan, pengamanan perbatasan, penataan pertukaran perdagangan perbatasan, dan pengembangan jalur-jalur transit bersama.”