Amir Hatami, Panglima Artesh: Kami Berdiri dengan Penuh Kewibawaan Hadapi Musuh
Panglima Artesh mengatakan: Musuh berupaya menghancurkan kemampuan rudal dan drone Iran, tetapi rudal dan drone tersebut terus ditembakkan ke arah musuh dengan kekuatan penuh hingga saat-saat terakhir.
Mayor Jenderal Amir Hatami, Panglima Artesh menyinggung kinerja angkatan bersenjata dalam menghadapi musuh selama perang-perang yang dipaksakan baru-baru ini, mengatakan: Dalam logika militer, pihak penyerang dan agresor dianggap memenangkan pertempuran apabila berhasil mencapai tujuannya. Namun, dalam perang defensif, menggagalkan musuh dalam mencapai tujuannya berarti kemenangan bagi pihak yang bertahan.
Ia mengatakan bahwa dalam perang-perang yang dipaksakan baru-baru ini, musuh tidak berhasil mencapai satu pun dari tujuannya. Musuh berupaya menghancurkan kemampuan rudal dan drone Republik Islam Iran, tetapi rudal dan drone angkatan bersenjata terus ditembakkan ke arah musuh dengan kekuatan penuh hingga saat-saat terakhir. Angkatan bersenjata juga dengan penuh kewibawaan menghadapi musuh di berbagai bidang, termasuk pertahanan udara. Dalam proses tersebut, sejumlah pesawat nirawak, pesawat berawak, dan peralatan strategis milik musuh mengalami kerusakan.
Panglima Angkatan Darat Iran membantah klaim yang disampaikan musuh mengenai kondisi angkatan bersenjata Republik Islam Iran dan menegaskan: Musuh mengklaim telah menghancurkan angkatan bersenjata Republik Islam Iran, padahal mereka sendiri mengetahui bahwa angkatan bersenjata, dengan kewibawaan, inovasi, kreativitas, dan keberanian, selalu dan akan selalu berdiri menghadapi musuh.
Mayor Jenderal Hatami menyebut persatuan dan solidaritas rakyat sebagai salah satu realitas terpenting dalam masyarakat Iran dan menegaskan: Rakyat Iran, dengan persatuan dan solidaritas, di bawah kepemimpinan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata, telah berdiri bersama dalam kebersamaan dan seiring sejalan, dan rasa kebersamaan serta solidaritas ini semakin kuat dari hari ke hari.