Mayjen Mohsen Rezaei: Kami Telah Melancarkan Pukulan Berat terhadap Amerika Serikat
Menurut Pars Today, mengutip Kantor Berita IRIB, mantan Panglima Tertinggi Islamic Revolutionary Guard Corps pada masa Perang Iran-Irak, Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, pada Senin malam dalam sebuah program dialog khusus di televisi Iran mengatakan bahwa selama 17 hari pertempuran setelah pelanggaran kesepakatan, Iran melanjutkan serangan dan langkah-langkah militernya dengan lebih kuat dan lebih intensif. Menurutnya, operasi tersebut tidak hanya berlanjut, tetapi juga mengalami peningkatan dalam
Menurut Pars Today, mengutip Kantor Berita IRIB, mantan Panglima IRGC pada masa Perang Iran-Irak, Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, pada Senin malam dalam sebuah program dialog khusus di televisi Iran mengatakan bahwa selama 17 hari pertempuran setelah pelanggaran kesepakatan, Iran melanjutkan serangan dan langkah-langkah militernya dengan lebih kuat dan lebih intensif. Menurutnya, operasi tersebut tidak hanya berlanjut, tetapi juga mengalami peningkatan dalam intensitas dan tekanan operasional.
Rezaei menambahkan bahwa tujuan utama operasi tersebut adalah menggagalkan rencana-rencana musuh serta memperkuat kapasitas pertahanan Iran, sembari membatasi kemampuan pihak lawan.
Mantan komandan Garda Revolusi itu menegaskan bahwa serangan-serangan Iran dilakukan secara terarah dan sejalan dengan tujuan yang telah ditetapkan sejak awal, termasuk melemahkan kemampuan pasukan darat dan sistem logistik musuh.
Terkait aspek pertahanan maritim, Rezaei menyatakan bahwa Iran tidak akan membiarkan koridor dan jalur yang diinginkan musuh dibuka. Ia menambahkan bahwa bahkan jika kapal-kapal perang dikerahkan, Iran akan memberikan respons dalam kerangka pertahanan.
Sebagai penasihat militer Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Iran, Rezaei juga menyinggung jalur diplomasi. Ia mengatakan bahwa diplomasi tetap menjadi perhatian, tetapi Amerika Serikat harus mengubah perilakunya dan melaksanakan syarat-syarat yang telah diumumkan agar tercipta kondisi bagi perundingan yang sesungguhnya.
Rezaei menambahkan bahwa Amerika Serikat terus berupaya mengubah jalannya konflik melalui berbagai rancangan baru. Namun, menurut pandangan Iran, kegagalan berulang Amerika dalam berbagai perang sebelumnya membuat Washington berharap pada pola-pola baru yang justru mencerminkan menurunnya rasionalitas dalam proses pengambilan keputusannya.
Ia menegaskan bahwa meskipun Republik Islam Iran tidak menginginkan meluasnya perang, negara itu tetap menggabungkan upaya diplomasi dengan langkah-langkah pencegahan di berbagai bidang agar musuh tidak dapat memperluas ketidakstabilan dan menyeret kawasan ke dalam situasi yang lebih berbahaya.