Tanggung Jawab Barat Terhadap Penggunaan Senjata Kimia oleh Daesh
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i27055-tanggung_jawab_barat_terhadap_penggunaan_senjata_kimia_oleh_daesh
Alireza Jahangiri, perwakilan Iran di Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW) di Den Haag, pada Selasa (29/11) mengatakan, "Negara-negara pendukung kelompok teroris Takfiri Daesh dan Front Al-Nusra (Fath Al-Syam) yang telah memberikan akses senjata kimia kepada kelompok tersebut untuk digunakan terhadap warga tidak berdosa, harus bertanggungjawab atas aksi mereka."
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Nov 30, 2016 12:26 Asia/Jakarta
  • Senjata kimia
    Senjata kimia

Alireza Jahangiri, perwakilan Iran di Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW) di Den Haag, pada Selasa (29/11) mengatakan, "Negara-negara pendukung kelompok teroris Takfiri Daesh dan Front Al-Nusra (Fath Al-Syam) yang telah memberikan akses senjata kimia kepada kelompok tersebut untuk digunakan terhadap warga tidak berdosa, harus bertanggungjawab atas aksi mereka."

Sebelumnya, Ahmet Üzümcü, dirjen OPCW mengatakan, berbagai sampel yang telah dikumpulkan di Irak dan Suriah dan dianalisa di laboratorium lembaga ini, menunjukkan bahwa bahan-bahan tersebut kemungkinan diproduksi oleh Daesh sendiri.

 

Berbagai sumber pemberitaan juga melaporkan bahwa Daesh pada 2014 telah menggunakan lebih dari 71 kali senjata kimia di Irak dan Suriah. Sementara di lain pihak, koalisi Arab-Barat berusaha menuding pemerintah Suriah menggunakan senjata kimia.

 

Faisal Miqdad, Menlu Suriah, pada Selasa (29/11) menyatakan, di Barat mengemuka tuduhan repetifif terhadap pemerintah Suriah soal penggunaan bahan racun kimia di negara ini, tanpa ada bukti kongkret.

 

Daesh dan kelompok teroris lainnya termasuk Fath Al-Syam sejak aktivitas mereka di Suriah selalu mendapat dukungan persenjataan dan logistik dari Barat serta sejumlah negara Arab.

 

Terbukanya celah untuk mempersenjatai para teroris dengan berbagai jenis senjata moderen dalam perang melawan pasukan militer Suriah, secara bertahap meningkatkan kemampuan Daesh dan Fath Al-Syam untuk dapat mengakses laboratoriumdi Suriah dan digunakan untuk memproduksi senjata kimia dalam serangan mereka.

 

Aksi Daesh ini menunjukkan bahwa oknum-oknum terpelajar dari Barat yang bergabung dengan kelompok teroris di Suriah, sedang mengejar tujuan tertentu. Tanggung jawab enggunaan teknologi penguatan senjata oleh para teroris, harus dijawab oleh Barat khususnya Amerika Serikat.

 

Politik Barat dalam pemberantasan terorisme sama sekali tidak membantu penumpasan Daesh dan Fath Al-Syam. Pada praktiknya di bawah bayang-bayang slogan anti-terorisme Barat, kelompok-kelompok teroris tersebut dapat dengan mudah mendapatkan berbagai perlengkapan militer dan peningkatan kemampuan senjata-senjata mematikan. Pada akhirnya politik tersebut mengakibatkan pembantaian warga Suriah dan Irak dengan menggunakan berbagai senjata yang mengandung bahan kimia.

 

Dampak dari akses Daesh dan kelompok teroris Takfiri lainnya ke senjata kimia bukan hanya terbatas di Irak dan Suriah saja. Penggunaan senjata kimia tersebut oleh para teroris secara keseluruhan akan mengancam kehidupan semua pihak dan lingkungan. (MZ)