Australia "Tutup Pintu" untuk 34 Warga Eks ISIS di Suriah
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i185560-australia_tutup_pintu_untuk_34_warga_eks_isis_di_suriah
ParsToday - Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, Selasa, 17 Februari 2026, menyatakan pemerintahannya tidak akan membantu pemulangan warga Australia yang ditahan di kamp keluarga ISIS di Suriah.
(last modified 2026-02-17T10:03:26+00:00 )
Feb 17, 2026 10:47 Asia/Jakarta
  • Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese
    Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese

ParsToday - Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, Selasa, 17 Februari 2026, menyatakan pemerintahannya tidak akan membantu pemulangan warga Australia yang ditahan di kamp keluarga ISIS di Suriah.

Melaporkan dari Reuters, IRNA memberitakan Albanese menegaskan, "Sikap kami tegas. Kami tidak memberikan bantuan dan tidak akan memulangkan mereka."

Reuters mengutip dua sumber terpercaya yang tidak disebutkan identitasnya melaporkan bahwa 34 warga Australia yang dibebaskan Senin di Suriah, "karena alasan teknis", dipindahkan dari sebuah kamp di Suriah utara ke tempat penahanan lain.

Media Australia menyebut mereka sebagai "pengantin ISIS", meskipun di antara mereka terdapat anak-anak. Kelompok ini diperkirakan akan dipindahkan ke Damaskus, kemudian difasilitasi untuk kembali ke Australia. Namun, para legislator Australia menentang pemulangan mereka.

Tony Burke, Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Australia, mengatakan lembaga keamanan negaranya memantau situasi Suriah. Mereka yang melanggar hukum akan menghadapi proses peradilan.

Ia menambahkan, "Anggota kelompok ini harus tahu bahwa jika mereka melakukan kejahatan dan kembali ke Australia, mereka akan berhadapan dengan kekuatan hukum yang keras."

Australia menempatkan ISIS dalam daftar organisasi teroris. Keanggotaan dalam kelompok teroris ini diancam hukuman penjara hingga 25 tahun. Australia juga dapat mencabut kewarganegaraan ganda anggota ISIS.(sl)