Fattah; Mata Rantai Baru Pencegahan Rudal Iran dalam Pertempuran Maritim
https://parstoday.ir/id/news/iran-i185736-fattah_mata_rantai_baru_pencegahan_rudal_iran_dalam_pertempuran_maritim
Pars Today - Kajian terhadap proses pengembangan keluarga rudal Fateh dan masuknya generasi hipersonik Fattah menunjukkan bahwa Iran, dengan mengandalkan teknologi dalam negeri, telah menempatkan kemampuan untuk menargetkan kapal-kapal perang jarak jauh serta menembus sistem pertahanan udara sebagai prioritas utamanya.
(last modified 2026-02-19T11:34:54+00:00 )
Feb 19, 2026 18:25 Asia/Jakarta
  • Mana rudal Iran yang akan menenggelamkan kapal perang AS?
    Mana rudal Iran yang akan menenggelamkan kapal perang AS?

Pars Today - Kajian terhadap proses pengembangan keluarga rudal Fateh dan masuknya generasi hipersonik Fattah menunjukkan bahwa Iran, dengan mengandalkan teknologi dalam negeri, telah menempatkan kemampuan untuk menargetkan kapal-kapal perang jarak jauh serta menembus sistem pertahanan udara sebagai prioritas utamanya.

Menurut laporan Mashregh News, bertepatan dengan penegasan Ayatullah Khamenei, Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, mengenai peran senjata strategis dalam menghadapi ancaman maritim, analisis mengenai posisi rudal hipersonik, khususnya "Fattah", dalam persamaan keamanan kawasan semakin meningkat. Sistem ini dikembangkan sebagai kelanjutan dari proyek jangka panjang keluarga Fateh dan kini diposisikan sebagai salah satu komponen utama pencegahan (deteren) rudal Iran.

 

Image Caption

 

Dari Zelzal hingga Fateh; Lintasan Peningkatan Akurasi dan Jangkauan

 

Dasar dari kemampuan ini berakar pada investasi beberapa dekade industri pertahanan Iran dalam meningkatkan akurasi rudal-rudal berbahan bakar padat. Transformasi roket Zelzal menjadi rudal berpemandu Fateh-110 merupakan awal dari lintasan yang, melalui pengembangan varian-varian seperti Fateh-313, Zolfaghar, Dezful, dan Kheibar Shekan, berujung pada peningkatan jangkauan hingga sekitar 1.450 kilometer dan perbaikan akurasi penghancuran titik. Dalam proses ini, desain versi anti-kapal "Khalij-e Fars" dan anti-radar "Hormuz" menunjukkan bahwa strategi anti-akses/penolak area (A2/AD) dan penargetan kapal-kapal perang musuh telah menjadi bagian dari program pertahanan Iran sejak bertahun-tahun lalu.

 

Rudal Hipersonik Khalij-e Fars

 

Kemunculan Fattah; Perubahan dalam Pola Pertahanan Rudal

 

Peluncuran rudal hipersonik Fattah pada bulan Juni 2023 (Khordad 1402) dengan jangkauan sekitar 1.400 kilometer dan kecepatan 13-15 Mach dianggap sebagai tahap baru dalam lintasan ini. Rudal ini, dengan hulu ledak yang dapat bermanuver, penampang radar yang rendah, dan kemampuan mengubah lintasan di luar dan di dalam atmosfer, meningkatkan kemungkinan untuk menembus sistem pertahanan udara konvensional. Versi peningkatan Fattah-2, dengan hulu ledak luncur siluman dan kemampuan bermanuver di pertengahan penerbangan, juga dirancang untuk menghadapi sistem pertahanan anti-rudal.

 

Image Caption

 

Penargetan Maritim dan Peran Pemrosesan Gambar

 

Salah satu tantangan dalam operasi anti-kapal induk adalah identifikasi target pada jarak jauh dari pantai. Pengalaman rudal "Ghasem Basir" dengan hulu ledak optik yang dilengkapi pemrosesan gambar menunjukkan bahwa kemampuan untuk mencocokkan target sebenarnya dengan data yang tersimpan dan menghadapi peperangan elektronik telah terwujud. Kemampuan ini, jika dikombinasikan dengan rudal hipersonik, akan meningkatkan kapabilitas penargetan kapal-kapal besar di lautan. 

 

Rudal Fattah-1 saat dipamerkan

 

Uji Coba Operasional dan Penghancuran Target Maritim

Latihan rudal tahun 2020 (1399 Hs) dan simulasi penghancuran target maritim pada jarak sekitar 1.800 kilometer dinilai sebagai contoh dari pendekatan operasional ini. Berdasarkan hal tersebut, pengembangan Fattah di samping anggota keluarga Fateh lainnya menunjukkan fokus Iran pada penciptaan pencegahan (deteren) aktif, peningkatan kemampuan anti-akses/penolak area (A2/AD) maritim, dan pengurangan kerentanan terhadap ancaman-ancaman dari luar kawasan.