PBB Sambut Baik Negosiasi Tidak Langsung Iran-AS
Juru Bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa, menyusul negosiasi tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat, menyambut baik hal tersebut dan menyatakan bahwa Sekretaris Jenderal PBB berharap negosiasi akan mengarah pada hasil yang konstruktif dan pengurangan ketegangan regional.
Putaran kedua negosiasi nuklir antara Iran dan Amerika Serikat berlangsung di kota Jenewa, Swiss, pada hari Rabu, 17 Februari 2026, dan berakhir setelah sekitar tiga setengah jam konsultasi diplomatik intensif. Stéphane Dujarric, Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, pada hari Rabu di hadapan para wartawan mengatakan, "Kami menyambut baik kelanjutan negosiasi tidak langsung antara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat yang dimediasi oleh Oman, yang berlangsung hari ini di Jenewa, Swiss."
Juru Bicara PBB menambahkan, "Dari sudut pandang Sekretaris Jenderal (PBB), beliau menginginkan kedua belah pihak mempertahankan momentum yang telah tercipta ini, dan kami berharap akan mengarah pada hasil yang pasti dan konstruktif." Dujarric mengatakan, "Beliau (Sekjen PBB) juga menyatakan harapan bahwa negosiasi ini akan mengurangi ketegangan regional dan mencegah krisis yang lebih besar yang dapat menimbulkan konsekuensi yang sangat luas."
Axios: Negosiasi Ukraina-Rusia Temui Jalan Buntu
Dari negosiasi Ukraina dan Rusia, media Amerika Axios dalam sebuah laporan mengutip dua pejabat yang mengetahui masalah tersebut yang tidak ingin disebutkan namanya, menulis bahwa negosiasi pada hari Rabu antara delegasi Ukraina dan Rusia di bidang politik telah menemui jalan buntu. Axios mengumumkan bahwa dialog pada hari Rabu antara delegasi perunding Ukraina dan Rusia menemui jalan buntu karena posisi yang disampaikan oleh Vladimir Medinsky, ketua baru delegasi perunding Rusia.
Berdasarkan laporan ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebelumnya telah menyatakan bahwa Medinsky, seperti Presiden Rusia Vladimir Putin, cenderung berfilsafat tentang akar sejarah perang, tetapi Ukraina tidak punya waktu untuk omongan seperti itu karena mereka harus mengambil keputusan dan mengakhiri perang ini.
Hamas: Masyarakat Internasional Harus Segera Bertindak Hentikan Serangan Israel ke Gaza
Di tengah terus berlanjutnya gerakan dan serangan rezim Zionis ke Gaza meskipun ada gencatan senjata, Juru Bicara Gerakan Perlawanan Islam Hamas menuntut tindakan serius dan segera dari masyarakat internasional untuk menghentikan serangan dan kejahatan rezim Zionis terhadap penduduk Gaza. Hazem Qassem,
Juru Bicara Hamas, meminta "Dewan Perdamaian" untuk melaksanakan prinsip-prinsip yang dicanangkan untuk mencapai perdamaian di Jalur Gaza, dan tidak hanya puas dengan pernyataan politik. Qassem menyatakan, "Apa yang diperlukan adalah tindakan serius dan nyata untuk menghentikan pelanggaran gencatan senjata yang terus-menerus di Gaza." Juru Bicara Hamas, dengan menyatakan bahwa perang di Jalur Gaza tidak berhenti dan pembunuhan serta kelaparan rakyat terus berlanjut, menuntut diakhirinya pengepungan kota ini dan dibukanya sepenuhnya jalur-jalur perbatasannya.
Protes Terhadap Pameran Senjata di Tel Aviv
Dari wilayah pendudukan, dilaporkan bahwa sekelompok pengunjuk rasa Israel pada hari Rabu berkumpul di depan sebuah pameran senjata internasional di Tel Aviv, menuduh perusahaan-perusahaan pembuat senjata dan pembeli internasional menggunakan Jalur Gaza sebagai laboratorium eksperimental untuk menguji senjata baru selama perang.
Demonstrasi ini berlangsung di tengah laporan internasional yang baru-baru ini mengungkap penggunaan senjata mematikan dan tidak konvensional terhadap warga sipil di Gaza. Para pengunjuk rasa ini berkumpul di depan tempat penyelenggaraan pameran "DefenseTech Expo 2026" dan dengan membawa spanduk-spanduk bertuliskan "Anda Menggunakan Gaza Sebagai Laboratorium" dan "Larang Senjata", memprotes kebijakan militer rezim Israel dan keuntungan perusahaan-perusahaan pertahanan dari perang.
Kritik 80 Aktor dan Sutradara Terhadap Diamnya Festival Berlin atas Gaza
Melanjutkan protes terhadap kejahatan Israel di Gaza, lebih dari 80 sutradara dan aktor terkenal, termasuk Javier Bardem dan Tilda Swinton, dalam sebuah pernyataan mengkritik diamnya Festival Film Internasional Berlin terhadap perkembangan di Gaza dan genosida di wilayah ini.
Para penandatangan pernyataan ini menyatakan bahwa mereka "terkejut dengan diamnya institusi Festival Berlin" dan menyatakan ketidakpuasan mereka terhadap "keterlibatan dalam penyensoran terhadap seniman yang menentang genosida berkelanjutan Israel terhadap warga Palestina di Gaza."
Dalam surat ini disebutkan, "Festival Berlin sekarang juga harus memenuhi kewajiban moralnya dan menyatakan penentangannya secara tegas terhadap genosida Israel." Para penandatangan tidak hanya mengkritik sikap netral festival terhadap perang Gaza, tetapi juga memprotes peran sentral pemerintah Jerman dalam menyediakan landasan bagi situasi ini. Pernyataan ini dirilis setelah kontroversi yang dipicu oleh Wim Wenders, ketua dewan juri festival, minggu lalu ketika menjawab pertanyaan tentang Gaza; ia mengatakan "kita harus menjauh dari politik."(PH)