Media Luar Negeri "Gandrung" Iran? Ini Kata Data
https://parstoday.ir/id/news/iran-i185584-media_luar_negeri_gandrung_iran_ini_kata_data
ParsToday – Telaah data publikasi konten di media sosial menunjukkan bahwa media berbahasa Persia luar negeri memiliki fokus signifikan pada Iran. Fokus yang dinilai melampaui pola demografis dan media biasa.
(last modified 2026-02-17T08:29:56+00:00 )
Feb 17, 2026 18:28 Asia/Jakarta
  • BBC
    BBC

ParsToday – Telaah data publikasi konten di media sosial menunjukkan bahwa media berbahasa Persia luar negeri memiliki fokus signifikan pada Iran. Fokus yang dinilai melampaui pola demografis dan media biasa.

Melaporkan dari FNA, ParsToday pada Selasa, 17 Februari 2026, statistik aktivitas media seperti BBC Persia dan Iran International di media sosial menunjukkan volume produksi konten terkait Iran jauh lebih besar dibandingkan banyak masyarakat padat penduduk di kawasan. Hal ini memunculkan pertanyaan tentang prioritas media dan tujuan komunikasi media-media tersebut.

Berdasarkan data ini, halaman berbahasa Persia BBC di Instagram dengan sekitar 23,6 juta pengikut telah mempublikasikan lebih dari 126 ribu konten. Sementara itu, halaman utama BBC dengan hampir 30 juta pengikut hanya memiliki sekitar 26,5 ribu konten. BBC Arab dengan 2,7 juta pengikut memproduksi hampir 19 ribu konten.

Dalam kerangka yang sama, jaringan Iran International dengan lebih dari 17,7 juta pengikut telah mempublikasikan sekitar 158 ribu konten. Sementara volume konten terkait Afganistan di ruang yang sama dilaporkan sekitar 62 ribu.

Perbedaan statistik ini menunjukkan bahwa Iran dengan populasi sekitar 90 juta jiwa menjadi pusat perhatian media berbahasa Persia. Sementara dunia Arab dengan populasi berkali-kali lipat, memiliki porsi lebih kecil dalam produksi konten di laman-laman ini.

Pakar media meyakini fokus ini dapat disebabkan oleh signifikansi geopolitik Iran, persaingan narasi di ruang internasional, dan upaya mempengaruhi opini publik Iran.

Peran Algoritma dan Persaingan Media

Analis juga merujuk pada peran algoritma media sosial yang bekerja berdasarkan tingkat interaksi audiens. Jika pengguna bereaksi lebih besar terhadap isu-isu politik dan sosial, media akan meningkatkan produksi konten terkait untuk mempertahankan tingkat interaksi.

Dalam kerangka ini, peningkatan volume konten tentang Iran dapat merupakan kombinasi dari pertimbangan profesional media, persaingan menarik audiens, dan tujuan komunikasi.

Namun, sekadar membandingkan angka tidak cukup untuk membuktikan orientasi politik, tetapi dapat dianggap sebagai indikasi prioritas media. Yang tampak pasti adalah posisi menonjol Iran dalam medan narasi internasional dan pentingnya memperkuat kapasitas media domestik untuk menyajikan narasi yang akurat dan profesional tentang perkembangan negara ini.(sl)