Argentina Berterima Kasih atas Dukungan Tiongkok soal Malvinas
https://parstoday.ir/id/news/world-i185672-argentina_berterima_kasih_atas_dukungan_tiongkok_soal_malvinas
Pars Today - Menteri Luar Negeri Argentina mengapresiasi sikap Tiongkok terkait masalah Kepulauan Malvinas.
(last modified 2026-02-18T08:55:33+00:00 )
Feb 18, 2026 15:40 Asia/Jakarta
  • Menlu Argentina Pablo Quirno dan Menlu Tiongkok Wang Yi
    Menlu Argentina Pablo Quirno dan Menlu Tiongkok Wang Yi

Pars Today - Menteri Luar Negeri Argentina mengapresiasi sikap Tiongkok terkait masalah Kepulauan Malvinas.

Melaporkan dari ParsToday, Kamis, 19 Februari 2026, Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, pada 13 Februari 2026 di sela-sela Konferensi Keamanan Munich di Jerman, bertemu dengan Menteri Luar Negeri Argentina, Pablo Quirno. Dalam pertemuan tersebut, kedua pejabat tinggi Tiongkok dan Argentina menekankan komitmen untuk saling mendukung dalam kepentingan vital dan memperdalam kerja sama ekonomi.

Wang menyoroti ketahanan hubungan bilateral antara Tiongkok dan Argentina selama 54 tahun sejak pembentukan hubungan diplomatik. Ia menegaskan bahwa kedua negara selalu saling menghormati dan memperlakukan satu sama lain sebagai mitra setara, serta hubungan ini tetap bertahan meskipun mengalami berbagai dinamika internasional.

Quirno menyatakan bahwa Argentina dan Tiongkok adalah mitra dagang utama satu sama lain dan menikmati kemitraan strategis komprehensif. Ia menegaskan Argentina telah memperoleh manfaat signifikan dari kerja sama dengan Tiongkok.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan berharga Tiongkok dalam masalah kedaulatan Kepulauan Malvinas serta atas bantuan Tiongkok selama masa sulit ekonomi Argentina. Quirno menegaskan kembali komitmen teguh Argentina terhadap prinsip "Satu Tiongkok" .

Dukungan Strategis Tiongkok atas Kedaulatan Argentina

Apresiasi Menteri Luar Negeri Argentina terhadap dukungan Tiongkok atas kedaulatan Argentina atas Kepulauan Malvinas dapat dipahami mengingat sikap anti-kolonial Beijing. Dukungan Tiongkok terhadap kedaulatan Argentina atas Malvinas merupakan salah satu manifestasi nyata dari keselarasan politik Beijing dengan negara-negara Global Selatan, khususnya Amerika Latin, dalam membela prinsip kedaulatan nasional dan integritas teritorial.

Sikap ini berakar pada doktrin politik luar negeri Tiongkok yang didasarkan pada penentangan terhadap kolonialisme, campur tangan asing, dan dominasi kekuatan Barat. Dari sudut pandang Beijing, masalah Malvinas bukan sekadar sengketa batas sederhana antara Argentina dan Inggris, tetapi cerminan dari kontradiksi historis antara negara berkembang dan kekuatan kolonial masa lalu. Tiongkok dengan menekankan bahwa era kolonialisme telah berakhir, menegaskan perlunya pengembalian kepulauan ini ke kedaulatan Argentina dan penyelesaian sengketa yang ada melalui dialog damai dalam kerangka resolusi PBB .

Salah satu alasan utama dukungan Tiongkok adalah keterkaitan masalah ini dengan prinsip fundamental "Satu Tiongkok"; prinsip yang dianggap Beijing tidak dapat dinegosiasikan dalam hubungan internasionalnya. Tiongkok percaya bahwa sebagaimana Taiwan adalah bagian tak terpisahkan dari wilayah Tiongkok, Kepulauan Malvinas juga merupakan bagian dari negara Argentina.

Dari perspektif ini, dukungan terhadap Argentina merupakan penegasan kembali atas prinsip universalitas kedaulatan nasional dan non-dismembrasi teritorial negara. Paralelisasi posisi Malvinas dengan masalah Taiwan ini, dari sudut pandang Beijing, memiliki nilai strategis karena dengan memperkuat posisi hukum dan moral Tiongkok di tingkat internasional, aspek legitimasi politik luar negerinya terkonsolidasi.

Dinamika Geopolitik di Amerika Latin

Faktor lainnya adalah hubungan strategis dan ekonomi Tiongkok dengan Amerika Latin. Sejak tahun 2000-an, Tiongkok telah menjadi salah satu mitra dagang dan investor terbesar di kawasan ini. Argentina, khususnya dalam kerangka inisiatif "Sabuk dan Jalan", menempati posisi penting dalam strategi pengembangan trans-samudra Tiongkok. Dukungan politik terhadap Argentina bagi Beijing merupakan instrumen untuk memperkuat kepercayaan timbal balik, memperluas kerja sama ekonomi, dan meningkatkan pengaruhnya di wilayah pengaruh tradisional Barat.

Keselarasan politik Tiongkok dengan Argentina dalam masalah Malvinas dapat dilihat sebagai bagian dari kebijakan multipolarisasi tatanan global; tatanan di mana Tiongkok berupaya menawarkan alternatif bagi supremasi absolut Barat.

Selain itu, secara diplomatis, Tiongkok berupaya memainkan peran sebagai kekuatan bertanggung jawab di forum internasional yang bergerak berdasarkan keadilan dan kesetaraan global. Dukungan terhadap Argentina memberi kesempatan bagi Beijing untuk menunjukkan bahwa dalam menghadapi warisan kolonialisme dan dominasi sekutu Barat, Tiongkok berkomitmen membela keadilan historis dan hak sah negara berkembang. Dalam kerangka ini, sikap Tiongkok memiliki dimensi politik dan moral karena selain menekankan saling menghormat antar negara, juga berimplikasi pada penentangan tidak langsung terhadap kebijakan Inggris dan sekutunya.

Pada akhirnya, pendekatan Tiongkok terhadap masalah Kepulauan Malvinas merupakan kombinasi dari prinsip ideologis dan kalkulasi geopolitik. Beijing dengan mendukung kedaulatan Argentina atas kepulauan ini, tidak hanya memperkuat kebijakan anti-kolonialnya, tetapi juga melangkah dalam memperluas pengaruh global dan membentuk front persatuan negara-negara Global Selatan.

Sikap ini, terutama di tengah meningkatnya persaingan kekuatan besar, mencerminkan upaya Tiongkok untuk membentuk citra dirinya sebagai aktor pencinta perdamaian, anti-dominasi, dan pembela keadilan internasional.(sl)