Pepatah Persia
Mengapa Kita Harus Memiliki Batasan dalam Persahabatan?
Nasihat kuno Iran "Milikilah batasan dalam persahabatan" mengajarkan kita untuk menyertai persahabatan dengan ukuran dan batas; nasihat abadi ini adalah undangan untuk menjaga keseimbangan antara mencintai dan memiliki privasi, agar kita memiliki hubungan yang langgeng dan terhindar dari potensi bahaya.
Di era ketika hubungan antarmanusia menjadi lebih dangkal dan rapuh dari sebelumnya, kembali ke kebijaksanaan kuno Iran dapat menjadi lentera di jalan kita. Di antara khazanah nasihat Iran, terdapat prinsip fundamental yang diatribusikan kepada "Bozorgmehr Hakim", menteri bijaksana Anushirvan yang Adil (raja Sassaniyah pada abad ke-6 M). Sebuah prinsip yang memiliki pandangan mendalam dan realistis tentang sifat hubungan manusia:
"Dengan siapa pun engkau bersahabat, lakukanlah sekadarnya, sehingga jika suatu hari ia menjadi musuhmu, ia tidak dapat mencelakaimu."
Nasihat kuno ini, yang berakar pada tradisi "Andarz" (nasihat) Iran kuno, pada pandangan pertama mungkin tampak sinis, seolah-olah menyerukan kita untuk mengasingkan diri dan tidak percaya. Namun kenyataannya, ucapan ini bukanlah seruan untuk pesimisme, melainkan seruan untuk kewaspadaan emosional dan kebijaksanaan dalam persahabatan.
Kebijaksanaan Praktis dalam Menghadapi Ketidakstabilan DuniaTradisi "Andarz" dalam budaya Iran kuno adalah kumpulan ajaran untuk mengelola kehidupan secara praktis. Nasihat-nasihat ini terbentuk dalam lingkungan di mana hubungan manusia mengalami perubahan yang tiba-tiba. Nasihat ini mengajarkan kita bahwa manusia dapat mencintai secara mendalam sekaligus melindungi privasinya dengan waspada, dan keduanya tidak bertentangan.
Untuk memahami kedalaman ucapan ini, kita harus menganalisisnya dalam beberapa bagian utama:
1. Menerima Perubahan dan Transformasi
Pelajaran pertama dari nasihat ini adalah menerima kenyataan bahwa keadaan manusia dan hubungannya tidaklah abadi. Seseorang yang hari ini adalah teman terdekatmu, mungkin karena alasan seperti kesalahpahaman, kecemburuan, atau perubahan kondisi, berubah menjadi musuh yang tidak diinginkan.
2. Privasi Rahasia
Dalam budaya Iran, konsep "rahasia" memiliki tempat yang sakral. Mempercayakan rahasia kepada seseorang berarti menyerahkan sebagian kekuatan eksistensial diri kepadanya. Nasihat ini mengajarkan kita untuk menyimpan sendiri rahasia-rahasia yang sangat pribadi, kerentanan, keinginan pribadi, dan informasi rahasia kita. Persahabatan "sekadarnya" berarti kita dapat berbagi kehidupan dengan seseorang, tanpa menyerahkan seluruh kunci benteng eksistensi kita kepadanya.
3. Kemandirian Emosional versus Ketergantungan Tidak Sehat
Nasihat kuno ini memperingatkan wabah paling berbahaya dalam persahabatan: "ketergantungan mutlak". Jika seluruh kebahagiaan, identitas, dan ketenangan kita terikat pada satu orang, guncangan sekecil apa pun dalam hubungan itu dapat menghancurkan kita. "Mencintai sekadarnya" bukan berarti kurang mencintai, melainkan berarti mempertahankan kemandirian diri. Dengan cara ini, jika suatu saat hubungan itu putus, kita akan tetap teguh dan utuh.
4. Batasan Sehat dalam Hubungan
Nasihat kuno ini adalah versi kuno dari apa yang oleh para psikolog modern disebut sebagai "batasan sehat dalam hubungan". Nasihat ini mengajarkan kita bahwa persahabatan terbaik bukanlah persahabatan di mana dua orang melebur satu sama lain, melainkan hubungan di mana dua manusia yang utuh dan mandiri, dengan menghormati privasi satu sama lain, menjalani sebagian jalan hidup bersama.
Melampaui PesimismeTradisi Iran memandang persahabatan sebagai salah satu khazanah tertinggi kehidupan. Tujuan dari kebijaksanaan ini adalah untuk melindungi khazanah yang sama ini. Dengan mencegah kerusakan berat akibat kepercayaan tanpa batas, nasihat ini memungkinkan kita untuk tetap percaya kepada orang lain dan membangun persahabatan yang dalam dan langgeng.
Ringkasan pesan Bozorgmehr Hakim adalah: Cintailah dengan sepenuh hati, tetapi dengan bijaksana. Dalam persahabatan, jujurlah dan bermurah hatilah, tetapi pertahankan kemandirianmu. Biarkan persahabatanmu seperti taman yang engkau bagi dengan orang lain, bukan benteng yang kuncinya engkau serahkan sepenuhnya kepada orang lain.
Nasihat kuno Iran ini telah melampaui batas-batas geografi dan sejarah, dan saat ini bagi manusia modern, yang lebih dari sebelumnya haus akan hubungan yang otentik dan langgeng, membawa pesan baru dan vital: pesan keseimbangan antara cinta dan kebijaksanaan.(PH)