Terbongkar, Rencana AS Bangun Pangkalan Militer Berkapasitas 5.000 personel di Gaza
Pars Today - Surat kabar The Guardian melaporkan tentang perencanaan pemerintahan Donald Trump untuk membangun pangkalan militer berkapasitas 5.000 personel di selatan Jalur Gaza, berdasarkan dokumen kontrak yang terkait dengan "Dewan Perdamaian Gaza".
Menurut laporan The Guardian, pemerintahan Trump sedang mengkaji rencana pembangunan pangkalan militer seluas lebih dari 350 hektar di Gaza. Pangkalan ini didefinisikan sebagai pusat operasional bagi pasukan multinasional dengan nama "Dewan Perdamaian Gaza". Media Barat ini menyatakan bahwa dokumen terkait proyek ini diperoleh dari kontrak-kontrak pemerintah Amerika Serikat dan memuat rincian persyaratan teknis serta keamanan untuk pembangunan kompleks tersebut.
Berdasarkan laporan ini, Dewan Perdamaian yang dimaksud oleh Washington direncanakan akan mengambil alih pengelolaan Gaza, dan disebutkan bahwa selain Trump, Jared Kushner juga berperan dalam mengarahkan dewan tersebut.
Dalam bagian-bagian dokumen kontrak, ditekankan perlunya melakukan survei geofisika untuk mengidentifikasi terowongan dan rongga bawah tanah, yang merujuk pada jaringan terowongan perlawanan Palestina. Selain itu, "Protokol Penanganan Sisa-sisa Manusia" menegaskan bahwa jika ditemukan sisa-sisa jenazah manusia, operasi harus segera dihentikan dan masalah tersebut dilaporkan kepada pejabat yang berwenang.
Perkembangan ini muncul di saat, menurut perkiraan lembaga-lembaga internasional, sekitar 1,9 juta warga Palestina mengungsi akibat serangan gencar rezim Israel. Menurut Badan Pertahanan Sipil Gaza, diperkirakan jenazah sekitar 10.000 warga Palestina masih terkubur di bawah reruntuhan. (MF)