Kelompok Pro-Palestina Protes Kunjungan Herzog ke Australia
https://parstoday.ir/id/news/world-i185216-kelompok_pro_palestina_protes_kunjungan_herzog_ke_australia
Pars Today - Bersamaan dengan kunjungan pemimpin rezim Zionis ke Australia, kelompok-kelompok pendukung Palestina di Sydney bersiap menggelar demonstrasi anti-Israel pada hari Senin (09/02/2026).
(last modified 2026-02-09T06:51:15+00:00 )
Feb 09, 2026 13:49 Asia/Jakarta
  • Isaac Herzog, pemimpin rezim Zionis
    Isaac Herzog, pemimpin rezim Zionis

Pars Today - Bersamaan dengan kunjungan pemimpin rezim Zionis ke Australia, kelompok-kelompok pendukung Palestina di Sydney bersiap menggelar demonstrasi anti-Israel pada hari Senin (09/02/2026).

Melaporkan dari Channel 7 TV rezim Zionis, IRNA pada Senin menyebutkan bahwa kelompok-kelompok pendukung Palestina berencana mengadakan unjuk rasa di Sydney, kota terbesar Australia, pada hari ini sebagai protes terhadap kunjungan Isaac Herzog, pemimpin rezim Zionis. Unjuk rasa ini berlangsung di tengah kehadiran pasukan keamanan dalam jumlah besar dan permintaan dari para akademisi serta sejumlah tokoh Yahudi untuk membatalkan kunjungan ini.

Kunjungan Isaac Herzog ke Australia dilakukan untuk bertemu dan berdialog dengan Perdana Menteri Australia. Kantor pemimpin rezim Zionis menyatakan bahwa selama kunjungan ini, Herzog akan mengambil langkah untuk mengidentifikasi dan memperkuat komunitas Yahudi di seluruh Australia serta menyelenggarakan acara-acara penting bersama warga Yahudi Australia. Ditekankan pula bahwa sebagian besar kunjungan ini akan diisi dengan pertemuan-pertemuan perumusan kebijakan dengan pejabat tinggi pemerintah Australia.

Menjelang kunjungan Herzog, otoritas Australia telah mengerahkan sekitar tiga ribu personel polisi di seluruh Sydney untuk menjamin keamanan kota. Otoritas memberikan kewenangan kepada pasukan polisi, termasuk menggeledah kendaraan, membubarkan kerumunan, membatasi akses ke area tertentu, dan mengeluarkan perintah untuk meninggalkan lokasi, kewenangan yang jarang digunakan di negara ini.

Sementara polisi meminta para demonstran untuk berkumpul di sebuah taman umum di pusat kota karena alasan keamanan, para penyelenggara unjuk rasa bersikeras untuk berkumpul di depan gedung bersejarah Balai Kota.

Peter McKenna, Wakil Komisaris Kepolisian New South Wales, mengatakan bahwa mereka berharap tidak perlu menggunakan kewenangan tersebut dan menekankan bahwa tujuannya adalah "menjamin keamanan masyarakat".

Di sisi lain, kelompok Aksi Palestina menyerukan diadakannya Hari Aksi Nasional untuk menangkap dan menyelidiki Herzog, dan dalam sebuah pernyataan menegaskan bahwa Komisi Penyelidikan PBB telah menyimpulkan bahwa ia telah menghasut genosida di Gaza.

Kelompok itu juga mengajukan gugatan di pengadilan di Sydney menentang pembatasan yang diterapkan pada unjuk rasa yang direncanakan.

Sebaliknya, Dewan Yahudi Australia menerbitkan surat terbuka yang ditandatangani oleh lebih dari seribu akademisi dan tokoh terkemuka komunitas Yahudi Australia, meminta Anthony Albanese, Perdana Menteri Australia untuk membatalkan undangan kepada Herzog.

Kunjungan Herzog ke Australia atas undangan Albanese ini terjadi setelah penembakan di Pantai Bondi pada Desember lalu selama perayaan Hanukkah (hari raya suci Yahudi) yang menewaskan 15 orang.

Setelah tiba di lokasi penembakan mematikan di Pantai Bondi, Sydney, Herzog mengatakan bahwa warga Yahudi akan mengatasi kesulitan ini.

Ia menambahkan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk "menyatakan solidaritas dan memperkuat" komunitas Yahudi.

Setelah insiden teroris di Bondi, Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Rezim Zionis, dengan menyerang pejabat Australia, mengatakan bahwa "kelalaian" pemerintah Australia dalam menangani peningkatan antisemitisme adalah penyebab serangan ini.

Ia menambahkan, "Sekitar empat bulan lalu (Agustus), saya mengirim surat kepada Perdana Menteri Australia yang menyatakan bahwa permintaan Anda untuk mendirikan negara Palestina justru akan semakin menyulut api antisemitisme."

Hubungan antara Australia dan rezim Zionis telah memanas sejak Agustus 2025, ketika otoritas Zionis membatalkan visa diplomat Australia di Wilayah Pendudukan sebagai tanggapan atas keputusan Australia untuk mengakui negara Palestina. Penny Wong, Menteri Luar Negeri Australia, saat itu menggambarkan tindakan ini sebagai "respons yang tidak dapat dibenarkan".(sl)