Latihan Militer Angkatan Laut IRGC: Simbol Kekuatan Pertahanan dan Strategis Iran di Teluk Persia
Tahap pertama latihan militer Angkatan Laut Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) telah dilaksanakan di pulau-pulau milik Iran di Teluk Persia.
Latihan militer Angkatan Laut IRGC pada hari Selasa (16 Februari) berlangsung sukses dengan mempraktikkan taktik dan persenjataan baru di pulau-pulau Iran di Teluk Persia.
Dalam latihan ini, batalion reaksi cepat Angkatan Laut IRGC yang bermarkas di pulau-pulau Iran di Teluk Persia mempraktikkan taktik ofensif dan defensif terbaru. Unit-unit rudal mengoperasikan jenis rudal terbaru dan taktik tempur rudal serta operasi dalam kondisi perang elektronik.
Unit drone dan unit bawah permukaan Angkatan Laut IRGC juga dalam latihan ini berhasil menghancurkan target yang telah ditentukan dari pulau-pulau milik Iran. Tahap utama latihan ini akan berlanjut pada hari Rabu (17 Februari) di Selat Hormuz dengan pengendalian cerdas atas selat strategis tersebut.
Laksamana Alireza Tangsiri, Komandan Angkatan Laut IRGC, menegaskan bahwa penguasaan intelijen Angkatan Laut IRGC di Selat Hormuz berlangsung 24 jam penuh dan sempurna, baik di permukaan, di atas permukaan (udara), maupun di bawah permukaan.
Komandan Angkatan Laut IRGC menyatakan bahwa Republik Islam Iran telah mampu menjamin keamanan Selat Hormuz yang strategis dan mencegah terciptanya ketidakamanan. Menjamin kepentingan semua negara non-musuh dalam lalu lintas di selat ini adalah prinsip penting, dan Angkatan Laut IRGC telah menciptakan keamanan ini baik dengan menggunakan peralatan maupun sistem dan patroli rutin.
Latihan militer Angkatan Laut IRGC di pulau-pulau Iran di Teluk Persia dan Selat Hormuz merupakan salah satu peristiwa militer terpenting di kawasan, karena wilayah ini merupakan titik penghubung dan jalur transfer energi paling vital di dunia. Selat Hormuz setiap hari menyaksikan lalu lintas jutaan barel minyak ke pasar global, dan setiap ancaman atau ketidakamanan di wilayah ini dapat berdampak langsung pada ekonomi global. Latihan militer ini, selain aspek militer, juga merupakan demonstrasi kewibawaan dan kapabilitas Iran dalam mengendalikan dan menjamin keamanan jalur air internasional ini.
Penerapan taktik baru, penggunaan rudal pintar, unit drone, dan unit bawah permukaan menunjukkan pertumbuhan teknologi militer dan ketergantungan pada kemampuan dalam negeri. Latihan ini membuktikan bahwa Iran tidak hanya siap mempertahankan perbatasan maritimnya, tetapi juga memiliki kemampuan untuk melaksanakan operasi ofensif yang efektif.
Dengan menekankan penguasaan intelijen di semua level (permukaan, udara, dan bawah permukaan), IRGC mengirimkan pesan jelas kepada negara-negara kawasan dan luar kawasan bahwa keamanan Teluk Persia dan Selat Hormuz harus dijamin oleh negara-negara kawasan secara bersama-sama, dan kekuatan asing seperti Amerika Serikat dan sekutunya tidak dapat memainkan peran dalam hal ini.
Dengan mengadakan latihan militer pada saat ini, bertepatan dengan meningkatnya pergerakan pasukan Amerika di kawasan dan beberapa ancaman lisan dari Barat, Angkatan Laut IRGC memperingatkan mereka bahwa Iran siap merespons tegas setiap upaya untuk mendestabilisasi kawasan. Latihan ini pada hakikatnya adalah pesan deterrent bahwa setiap tindakan provokatif akan berhadapan dengan respons cepat dan nyata.
Penyelenggaraan latihan ini menunjukkan bahwa doktrin pertahanan Iran didasarkan pada keamanan bersama dan penghormatan terhadap hukum internasional tentang lalu lintas maritim. Pesan latihan ini kepada Amerika Serikat dan sekutu Gedung Putih adalah fakta bahwa Iran tidak akan mundur dari ranah pertahanan dalam menghadapi kebijakan tekanan dan sanksi; pada saat yang sama, Iran bukanlah ancaman bagi negara-negara kawasan dan menjamin keamanan kolektif; dan terhadap setiap tindakan bermusuhan, Iran juga memiliki instrumen respons yang efektif dan independen.
Latihan ini juga mengirimkan pesan jelas kepada kekuatan-kekuatan kawasan dan global bahwa Iran menjamin keamanan Teluk Persia, tetapi tidak menerima ancaman atau kehadiran kekuatan asing. Latihan ini juga menunjukkan bahwa angkatan bersenjata Republik Islam Iran berada pada tingkat kesiapan pertahanan dan ofensif tertinggi, dan setiap petualangan terhadap kepentingan nasional Iran akan berhadapan dengan respons tegas.
Latihan militer ini merupakan demonstrasi kekuatan deterrent dan kesiapan pertahanan angkatan bersenjata Republik Islam Iran, serta merupakan tanda komitmen praktis Iran terhadap pemeliharaan integritas teritorial dan garis merah pertahanan negara, dan pesan jelas bahwa keamanan pulau-pulau ini tidak dapat dinegosiasikan.(PH)