Puasa Sehat; Rekomendasi Sahur dan Buka Puasa yang Seimbang
https://parstoday.ir/id/news/iran-i185778-puasa_sehat_rekomendasi_sahur_dan_buka_puasa_yang_seimbang
Pars Today - Rekomendasi seorang ahli pengobatan tradisional tentang "puasa sehat" menunjukkan bahwa mengonsumsi sahur lengkap dan buka puasa ringan dapat mencegah kelemahan, lesu, dan gangguan pencernaan selama Ramadan.
(last modified 2026-02-20T17:38:36+00:00 )
Feb 21, 2026 00:33 Asia/Jakarta
  • Hidangan buka puasa
    Hidangan buka puasa

Pars Today - Rekomendasi seorang ahli pengobatan tradisional tentang "puasa sehat" menunjukkan bahwa mengonsumsi sahur lengkap dan buka puasa ringan dapat mencegah kelemahan, lesu, dan gangguan pencernaan selama Ramadan.

Menurut Pars Today, mengutip IRNA, Mamak Hashemi, seorang dosen di Universitas Ilmu Kedokteran Hamedan di Iran barat dan seorang spesialis pengobatan tradisional, menjelaskan prinsip-prinsip puasa sehat dan menyatakan bahwa orang yang berpuasa harus mengonsumsi sahur yang mirip dengan makan siang lengkap dan bergizi agar tidak mengalami kehilangan energi selama berjam-jam dalam sehari.

Ia menekankan bahwa menghindari makanan pedas yang mudah dicerna, serta mengonsumsi buah-buahan saat sahur, karena pencernaannya yang cepat, membantu menjaga keseimbangan tubuh.

Mengenai peran cairan dalam puasa sehat, Hashemi menambahkan: "Minuman diuretik seperti teh kental dapat menyebabkan pengeluaran air yang cepat dan kelemahan di pagi hari."

Menurutnya, minuman yang mengandung biji-bijian berlapis gula seperti descurainia sophia dan Ocimum merupakan pilihan yang lebih tepat untuk menyediakan air bagi tubuh dengan melepaskan kelembapan secara bertahap. Pakar tersebut juga memperingatkan agar tidak mengonsumsi terlalu banyak makanan manis saat sahur, dengan menyatakan: "Konsumsi makanan manis yang berlebihan dapat menyebabkan gula darah rendah dan lesu."

Rekomendasi tambahan untuk berbuka puasa dan jeda hingga sahur

Dosen Universitas Ilmu Kedokteran Hamedan ini juga mengatakan bahwa memulai berbuka puasa dengan minuman hangat dan ringan seperti teh ringan, susu hangat, atau sirup sekanjabin bersama dengan pemanis alami seperti kurma atau madu membantu pencernaan makanan yang lebih baik. Ia menambahkan bahwa sup ringan adalah pilihan yang baik untuk memulai berbuka puasa, dan jika jeda antara berbuka puasa dan tidur panjang, makan malam ringan terpisah dapat dipertimbangkan.

Hashemi menekankan bahwa mengonsumsi makanan berat dan lambat dicerna seperti sup nasi, haleem (bubur daging), atau rebusan berlemak secara bersamaan dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Ia juga menyarankan untuk menghindari makanan bernilai rendah seperti keripik dan camilan di antara waktu berbuka puasa dan sahur, dan sebagai gantinya mengonsumsi makanan utama yang bernilai gizi tinggi.

Menunjuk pada perlunya memperhatikan temperamen dan musim, ahli pengobatan tradisional ini mencatat bahwa orang dengan temperamen dingin atau masalah pencernaan harus berhati-hati dalam mengonsumsi buah-buahan yang bersifat dingin. Ia menyimpulkan dengan mengatakan: "Untuk mencapai puasa yang sehat, makanan utama harus seimbang, bergizi, dan dipilih sesuai dengan kebutuhan tubuh."(sl)