Rekomendasi Pengobatan Tradisional Iran untuk Puasa Sehat di Bulan Ramadan
-
Rekomendasi Pengobatan Tradisional Iran untuk Puasa Sehat di Bulan Ramadan
Pars Today – Rekomendasi pengobatan tradisional Iran untuk menjalani puasa yang sehat, dengan penekanan pada konsumsi kasni (sikorai liar), shahtere (Fumaria officinalis), dan khakshir (Descurainia sophia) untuk mengatasi rasa haus dan mencegah dehidrasi, dijelaskan oleh pejabat berwenang Kementerian Kesehatan Iran.
Menurut laporan IRNA, Sayid Mehdi Mirghazanfari, Wakil Bidang Pengembangan Kantor Pengobatan Tradisional dan Pelengkap Kementerian Kesehatan, Pengobatan, dan Pendidikan Kedokteran Iran, pada hari Jumat (20/2/2026) memaparkan rekomendasi pengobatan tradisional Iran untuk puasa yang sehat. Ia menyatakan, "Puasa, karena temperamennya yang panas dan kering, dapat membuang sebagian kelembapan berlebih tubuh dan membantu membersihkan tubuh."
Mirghazanfari, dengan merujuk pada peran puasa dalam mengurangi peradangan dan mengatur nafsu makan, menambahkan bahwa langkah-langkah ini menjadi lebih penting terutama bagi individu dengan temperamen panas dan kering guna mencegah timbulnya gejala seperti sembelit dan kekeringan kulit.
Ia menegaskan bahwa dalam kerangka rekomendasi pengobatan tradisional Iran untuk puasa sehat, konsumsi buah-buahan dan sayuran seperti selada dan jeruk pada rentang waktu antara berbuka (iftar) hingga tidur dianjurkan, dan harus dihindari konsumsi air putih yang berlebihan. Menurutnya, penggunaan sari tumbuhan dingin seperti "kasni" dan "shahtere" sebanyak satu gelas, serta konsumsi khakshir, air jeruk nipis, air ceri asam, dan satu sendok teh biji krokot (portulaca oleracea) pada saat makan sahur dapat membantu "mengurangi rasa haus berlebihan dan mencegah dehidrasi."
Solusi Nutrisi untuk Mencegah Rasa Haus dan Sembelit
Wakil Menteri Kesehatan Iran, merujuk pada meningkatnya kemungkinan sembelit selama bulan puasa, mengatakan, "Sebaiknya konsumsi makanan pencahar (laksan) dilakukan saat berbuka, dan pada saat sahur hindari makanan yang bersifat panas, makanan asin, dan gorengan." Ia menambahkan bahwa konsumsi plum kering dan buah ara kering yang direndam sejak malam sebelumnya, karena temperamennya yang seimbang, bermanfaat untuk sebagian besar tipe temperamen.
Mirghazanfari juga merekomendasikan agar individu dengan lambung yang panas (temperamen panas) membuka puasa dengan sirup cuka dan madu (sikanjebin) yang encer, dan menghindari makanan berat serta berlemak saat berbuka. Ia memperingatkan mengenai beberapa sayuran beraroma tajam seperti daun bawang dan bawang merah, karena konsumsinya saat sahur dapat meningkatkan rasa haus.
Menurut pejabat berwenang ini, mematuhi rekomendasi pengobatan tradisional Iran untuk puasa yang sehat, selain membantu menyeimbangkan temperamen, juga dapat efektif dalam memperkuat memori dan mengurangi peradangan tubuh, dengan syarat prinsip-prinsip nutrisi dipatuhi dengan benar. (MF)