Iran-Amerika
Lagi, Legislator AS Tentang Kebijakan Haus Perang Trump terhadap Iran
-
Dwight Evans, anggota DPR dari Partai Demokrat Amerika Serikat
Pars Today – Seorang anggota legislatif Amerika Serikat, dengan secara tegas menolak eskalasi ketegangan terhadap Iran, menegaskan bahwa kewenangan untuk menyatakan perang berada di tangan Kongres, dan Presiden Amerika Serikat tidak memiliki hak tersebut.
Menurut laporan IRNA, Dwight Evans, anggota DPR dari Partai Demokrat Amerika Serikat, pada Jumat dini hari (20/2/2026) dengan mengunggah pesan di media sosial X menyatakan penolakannya terhadap tindakan Donald Trump, Presiden negara tersebut, untuk meningkatkan ketegangan terhadap Iran. Ia, dengan merujuk pada prinsip-prinsip Konstitusi Amerika Serikat, menegaskan, "Saya sangat menentang eskalasi berbahaya ketegangan terhadap Iran oleh Trump. Kongreslah yang memiliki hak untuk menyatakan perang, bukan presiden." Pernyataan ini muncul di saat sejumlah kalangan politik di Washington berupaya meningkatkan tekanan dan pendekatan konfrontatif terhadap Iran.
Evans juga mendukung rancangan undang-undang yang diajukan oleh Ro Khanna, anggota DPR dari Partai Demokrat negara bagian California, untuk mengajukan resolusi bipartisan mengenai kewenangan perang. Rancangan ini disusun dengan tujuan membatasi tindakan sepihak presiden dalam masalah perang dan mencegah eskalasi ketegangan terhadap Iran. Ia menegaskan akan mendukung resolusi ini untuk "mengekang tindakan-tindakan yang meningkatkan ketegangan."
Dalam kerangka yang sama, Thomas Massie, anggota DPR dari Partai Republik negara bagian Kentucky, juga mengunggah pesan yang menyatakan, "Kongres harus memberikan suara mengenai perang sesuai dengan Konstitusi." Ia menambahkan bahwa bersama dengan Ro Khanna, ia berupaya agar pemungutan suara ini dapat dilaksanakan di DPR sesegera mungkin, dan menegaskan bahwa suaranya berarti menentang lebih banyak perang di kawasan Asia Barat.
Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah besar anggota legislatif Amerika Serikat telah memperingatkan konsekuensi domestik dan internasional dari kebijakan-kebijakan yang meningkatkan ketegangan terhadap Iran. Mereka berpendapat bahwa eskalasi ketegangan terhadap Iran dapat melemahkan stabilitas kawasan dan membebani rakyat Amerika dengan biaya yang besar. Hal ini sekali lagi mengungkap perpecahan serius dalam struktur politik Washington mengenai pendekatan konfrontatif terhadap Iran. (MF)