Skandal Baru Epstein Jebak Prince Andrew
https://parstoday.ir/id/news/world-i185840-skandal_baru_epstein_jebak_prince_andrew
ParsToday – Publikasi dokumen baru terkait kasus miliarder dan pelaku kejahatan seks Jeffrey Epstein, serta penangkapan adik Raja Inggris, memicu desakan untuk mencoret namanya sepenuhnya dari garis suksesi takhta.
(last modified 2026-02-21T07:58:37+00:00 )
Feb 21, 2026 14:57 Asia/Jakarta
  • Andrew dan Jeffrey Epstein (kanan) berjalan di Central Park, New York, pada Desember 2010.
    Andrew dan Jeffrey Epstein (kanan) berjalan di Central Park, New York, pada Desember 2010.

ParsToday – Publikasi dokumen baru terkait kasus miliarder dan pelaku kejahatan seks Jeffrey Epstein, serta penangkapan adik Raja Inggris, memicu desakan untuk mencoret namanya sepenuhnya dari garis suksesi takhta.

Dokumen baru terkait kasus Jeffrey Epstein kembali menyeret nama Pangeran Andrew, adik Raja Charles III, ke pusat sorotan. Tekanan untuk mencoretnya dari garis suksesi takhta kian menguat. Perkembangan ini terjadi bersamaan dengan penahanan singkatnya atas tuduhan "penyalahgunaan jabatan publik".

Andrew Mountbatten-Windsor, yang sebelumnya dikenal sebagai Pangeran Andrew, saat ini berada di urutan kedelapan garis suksesi. Meskipun peluangnya naik takhta sangat kecil, pengungkapan baru tentang hubungannya dengan Epstein memicu desakan pencoretan namanya dari daftar tersebut.

Polisi Inggris pada Kamis, 19 Februari 2026, menangkap Andrew di kediamannya di Sandringham, Norfolk, tepat di hari ulang tahunnya yang ke-66. Ia dibebaskan beberapa jam kemudian, dan polisi menyatakan penyelidikan masih berlanjut. Petugas juga menggeledah dua tempat tinggalnya. Menurut polisi, penyelidikan menangani laporan yang menuduh Andrew membagikan informasi pemerintah rahasia dengan Epstein saat menjabat sebagai utusan dagang Inggris.

Puluhan juta halaman dokumen yang dirilis pemerintah Amerika Serikat dalam dua bulan terakhir mengungkap dimensi baru hubungan Epstein dengan orang-orang berpengaruh di seluruh dunia. Dokumen berisi surel dan pesan teks itu menunjukkan hubungan Andrew dan Epstein lebih dalam dari pengakuan sebelumnya. Dalam wawancara BBC tahun 2019, Andrew mengaku memutus kontak dengan Epstein setelah bertemu di New York pada Desember 2010. Namun, surel yang baru dirilis menunjukkan komunikasi di antara mereka masih berlanjut setelahnya .

Reaksi Politik dan Publik atas Penahanan Pangeran Andrew

Figur politik Inggris bereaksi keras. John McDonnell, anggota senior Partai Buruh, di akun X mendesak pencoretan total Andrew dari garis suksesi. Jajak pendapat YouGov yang dirilis usai penangkapan menunjukkan 82 persen warga Inggris menginginkan Andrew dicoret dari garis suksesi, dan hanya 6 persen yang menginginkannya tetap bertahan. Pemerintah dilaporkan sedang mempertimbangkan rancangan undang-undang untuk mencoret Andrew dari garis suksesi, langkah yang belum pernah terjadi sejak pengunduran diri Raja Edward VIII tahun 1936.

Rincian Baru Dokumen Kementerian Kehakiman AS

Kementerian Kehakiman AS pada awal Februari 2026 merilis surel dan pesan teks terkait kasus Epstein. Salah satu surel Maret 2011 memperlihatkan Epstein memberi tahu temannya bahwa ia makan siang dengan Andrew dan hubungan mereka tetap hangat. Hal ini kontras dengan klaim Andrew di wawancara BBC 2019 bahwa ia memutus kontak dengan Epstein setelah Desember 2010. Dokumen lain menunjukkan Andrew mengirimkan laporan perjalanan dagang resminya ke Singapura, Vietnam, Shenzhen, dan Hong Kong kepada Epstein pada 2010, serta dokumen pemerintah berlabel "rahasia" tentang peluang investasi di Afganistan .

Reaksi Media Internasional

The New York Times menyebut penangkapan ini sebagai bukti bahwa bahkan kerabat kerajaan tak luput dari kasus Epstein. CNN menyebut peristiwa ini sebagai "hari terkelam keluarga kerajaan sejak kematian Putri Diana". Le Figaro menulis, "Skandal Epstein kini menerjang jantung Istana Buckingham" .

Reaksi Keluarga Korban Epstein

Virginia Giuffre, salah satu korban utama Epstein, menulis di X, "Keadilan datang terlambat, tapi hari ini tepat waktu. Semoga kebenaran tak lagi disembunyikan." Lisa Bloom, pengacara keluarga korban, mengatakan penangkapan Pangeran Andrew hanyalah puncak gunung es dan masih banyak nama orang berpengaruh lain yang terlibat .

Di tengah meningkatnya skandal, Andrew dicopot dari gelar kerajaannya. Raja Charles III dalam pernyataan singkat mengaku mengetahui penangkapan adiknya dengan "keprihatinan terdalam" dan menegaskan hukum harus berjalan sebagaimana mestinya.(sl)