Menlu Iran Tantang Trump Bicara Pakai Bukti Soal Angka 3.117
-
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Sayid Abbas Araghchi
ParsToday – Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran merespons klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melalui sebuah unggahan.
Donald Trump, Presiden AS, mengklaim bahwa 32.000 orang tewas dalam insiden bulan Dey di Iran. Klaim ini mendapat respons dari Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Sayid Abbas Araghchi.
Melaporkan dari ParsToday, Sabtu, 21 Februari 2026, Araghchi di akun media sosial X menulis, "Dalam rangka memenuhi komitmen transparansi penuh kepada publik, pemerintah Iran sebelumnya telah merilis daftar lengkap seluruh 3.117 korban operasi teroris terkini, termasuk sekitar 200 personel kepolisian."
Menteri Luar Negeri Iran menegaskan, "Jika ada yang meragukan kebenaran data kami, bicaralah dengan bukti."
Hongaria Tolak Pinjaman 90 Miliar Euro untuk Ukraina
Dalam kelanjutan perselisihan internal di Eropa, Menteri Luar Negeri Hongaria, Péter Szijjártó, mengumumkan bahwa pemerintahnya menolak pemberian pinjaman 90 miliar euro dari Uni Eropa ke Kyiv. Penyebabnya adalah Ukraina yang menghalangi transit minyak Rusia melalui pipa Druzhba. Ia menambahkan bahwa Ukraina tidak akan menerima pinjaman militer ini selama masih menghalangi pasokan minyak ke Hongaria.
Nama Zelensky dan Istrinya Muncul dalam Dokumen Epstein
Dari Ukraina dilaporkan bahwa politikus Ukraina dan ketua gerakan "Ukraina Lain", Viktor Medvedchuk, dalam sebuah catatan menulis bahwa nama Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, dan istrinya disebut dalam dokumen terkait miliarder terkemuka dan pedagang seks, Jeffrey Epstein.
Medvedchuk menegaskan Zelensky dan istrinya telah lama terlibat secara keji dalam perdagangan manusia melalui skema Epstein. Catatan: Klaim ini merupakan tuduhan dari sumber yang berseberangan secara politik dengan Zelensky dan belum diverifikasi secara independen. Sejumlah media melakukan fakta-koreksi terhadap narasi serupa.
Trump Tantang Mahkamah Agung AS
Dalam berita lain, Presiden AS, Donald Trump, merespons keputusan Mahkamah Agung tentang tarif bea cukai dengan mengatakan bahwa ia akan mengambil jalur yang berbeda dan lebih kuat setelah ini. Ia menegaskan jalur yang akan ditempuhnya lebih kuat dari opsi tarif bea cukai. Trump juga mengumumkan akan menandatangani perintah penerapan tarif bea cukai global sebesar 10 persen.
Kritik Pedas Bennett untuk Menteri Zionis: "Dia Badut"
Terakhir, mantan Perdana Menteri rezim Zionis, Naftali Bennett, menyatakan bahwa Menteri Keamanan Dalam Negeri rezim ini, Itamar Ben-Gvir, bersikap arogan dan rasis. Bennett menegaskan Ben-Gvir tidak akan mendapat tempat di kabinetnya jika ia berhasil membentuk pemerintahan.
"Dia benar-benar pribadi yang tidak serius," kata Bennett. "Aksi badut tidak bisa menggantikan keseriusan".(sl)