Serangan AS Menewaskan Lebih dari 20 Warga Sipil Suriah
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan lebih dari 20 warga sipil Suriah tewas dalam serangan pesawat pembom B-52 milik Amerika Serikat.
Seperti dikutip IRNA, Rabu (11/1/2017), Kepala Staf Gabungan Rusia Valery Gerasimov mengatakan lebih dari 20 warga sipil tewas dalam serangan B-52 yang dilakukan oleh AS di Provinsi Idlib, Suriah pada 3 Januari lalu.
"Para pejabat Washington memilih diam atas tindakan itu. Pembom B-52 melancarkan serangan di kota Sarmada, Idlib yang masuk dalam wilayah gencatan senjata," tambahnya.
Menurut Gerasimov, jet-jet tempur Amerika dan sekutunya dalam 30 tahun terakhir membom 6.500 target di Suriah, di mana beberapa kali lebih sedikit dari serangan udara Suriah terhadap posisi teroris di negara itu.
"Sejumlah besar warga sipil dan tentara Suriah tewas akibat aksi pasukan Amerika dan sekutunya di Suriah," tandasnya.
Dia menjelaskan bahwa jet-jet tempur Rusia sejak 30 September 2015 sampai sekarang melakukan penerbangan lebih dari 30.000 kali dan menyerang lebih dari 71.000 posisi teroris.
"Lebih dari 35.000 teroris termasuk 204 pentolan mereka selama operasi Angkatan Udara Rusia dan dukungan darat militer Suriah dalam 14 bulan terakhir," ujarnya.
Kerjasama militer Rusia dan Suriah dilakukan atas permintaan resmi pemerintah Damaskus untuk menumpas kelompok-kelompok bersenjata dan teroris, yang didukung oleh AS dan negara-negara anti-Suriah sejak Oktober 2015. (RM)