Tuduhan Turki, Iran Sebarkan Syiah di Irak Dibantah Darul Ifta Sunni
-
Syeikh Mujhad Al Arsan
Kepala bidang politik, Darul Ifta Ahlu Sunnah, Irak menyebut tuduhan terbaru Turki bahwa Republik Islam Iran sedang berusaha menyebarkan mazhab Syiah di Irak, sama sekali tidak berdasar.
Syeikh Mujhad Al Arsan, Kepala bidang politik, Darul Ifta Ahlu Sunnah, Irak, Sabtu (25/2) kepada IRNA menuturkan, rakyat Irak tidak bisa menerima statemen semacam ini dan mengecamnya. Daripada melemparkan tuduhan-tuduhan seperti itu, lebih baik Turki berdiri bersama rakyat Irak memerangi terorisme.
Pada saat yang sama, Al Arsan mengapresiasi sikap Iran dalam memerangi terorisme dan mendukung Irak dalam masalah ini.
Ia menjelaskan, sepenuhnya terang bahwa dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah orang berdiri bersama rakyat Irak, mengorbankan jiwa mereka dan gugur syahid.
Al Arsan menegaskan, statemen-statemen semacam itu hanya menyebabkan munculnya sektarianisme yang sama sekali tidak sesuai dengan semangat Islam yang dibawa Nabi Muhammad Saw. Rakyat Irak mengenal dengan baik siapa saja yang dengan jujur dan berani berdiri bersama mereka berperang melawan terorisme.
Menurutnya, sejak tahun 2003 ketika militer Amerika menduduki Irak, dinas-dinas intelijen dunia selalu berusaha menciptakan perpecahan di tengah rakyat Irak dengan dalih mazhab Sunni dan Syiah yang mereka anut, sehingga dengan begitu Irak dapat dipecah belah.
Ulama Sunni Irak itu menambahkan, kami meminta seluruh negara tetangga agar menghindari statemen-statemen semacam ini dan tidak menciptakan perpecahan di tengah masyarakat serta membantu kami melawan serangan brutal kaum Khawarij zaman ini.
Presiden dan Menteri Luar Negeri Turki sebelumnya menyampaikan klaim tidak berdasar dan anti-Iran dengan menuduh Tehran mengintervensi urusan dalam negeri negara-negara kawasan dan berusaha menciptakan instabilitas di kawasan.
Kemenlu Iran memanggil Duta Besar Turki di Tehran sebagai bentuk reaksi atas statemen Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki dan Menlu negara itu. (HS)