Hashd Al-Shaabi: AS Tidak Punya Peran Apapun dalam Pembebasan Mosul
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i40404-hashd_al_shaabi_as_tidak_punya_peran_apapun_dalam_pembebasan_mosul
Seorang jurubicara pasukan Irak menyatakan AS tidak punya peran apapun dalam pembebasan kota Mosul meski laporan media Barat menekankan bahwa militer Amerika memimpin operasi pembebasan kota itu dari tangan Daesh.
(last modified 2026-08-01T18:06:35+00:00 )
Jul 02, 2017 15:26 Asia/Jakarta
  • Jubir Hashd Al-Sha\\\'bi
    Jubir Hashd Al-Sha\\\'bi

Seorang jurubicara pasukan Irak menyatakan AS tidak punya peran apapun dalam pembebasan kota Mosul meski laporan media Barat menekankan bahwa militer Amerika memimpin operasi pembebasan kota itu dari tangan Daesh.

Kesuksesan terbaru di Kota Tua Mosul telah semakin mendekatkan pasukan Irak kemenangan dalam memberantas Daesh, di saat tiga unit pasukan keamanan Irak saat ini sedang memburu sisa-sisa kelompok Takfiri Daesh.

Juru bicara Hashd al-Shaabi, pasukan relawan rakyat Irak, Karim Al-Nouri mengatakan kepada Mehr News "sejumlah teroris yang tersisa sedang menunggu kematian mereka dan ini pasti terjadi."

"Washington ingin mendapat bagian dalam pengumuman kemenangan akhir melawan Daesh dan mengeruk keuntungan darinya, namun saya harus tekankan bahwa kemenangan ini dicapai oleh rakyat Irak, adapun Amerika Serikat tidak memainkan peran apapun di dalamnya," katanya.

Hashd al-Shaabi, adalah pasukan relawan rakyat yang menggabungkan semua pejuang dari berbagai kelompok etnis, agama dan mazhab, bersama-sama dengan pasukan pemerintah dalam operasi melawan Daesh. Status mereka bahkan telah diakui secara resmi oleh Parlemen Irak pada November 2016.

Pasukan Hashd, kata Nouri, telah membantu membangun kembali keamanan di Irak dan mencegah perpecahan di Mosul berdasarkan pembagian etnis.

"Ini karena Turki dan sejumlah partai lokal berusaha memecah Mosul, namun Hashd al-Shaabi menggagalkan rencana mereka."

Nouri mengatakan bahwa semua wilayah yang dibebaskan akan berada di bawah kendali pemerintah Irak seperti sebelum serangan teroris Daesh seraya menegaskan bahwa tidak akan ada perubahan dalam sususan demografis kota, yang menampung beragam komunitas Turkeman, Arab dan Kurdi.

Lebih lanjut ditegaskannya pula bahwa koalisi pimpinan AS, yang telah melakukan bombardir di Irak dan Suriah selama beberapa tahun terakhir, tidak serius dalam memerangi Daesh.

"Daesh bergerak sesuai dengan kepentingan keamanan nasional AS," katanya, seraya menambahkan bahwa bertentangan dengan klaim pemberantasan Daesh, koalisi internasional bahkan membantu kelompok teroris itu.

Menurutnya, Amerika tidak dapat diandalkan. Para pejabat AS, demi kepentingan opini publik, mereka mengklaim memerangi terorisme namun dalam praktiknya tidak demikian.(MZ)