Assad Bantah Adanya Perselisihan antara Suriah dan Rusia
Presiden Suriah membantah adanya perselisihan antara Damaskus dan Moskow menyusul penarikan sebagian pasukan Rusia dari Suriah.
Bashar al-Assad dalam pernyataan terbaru mengatakan, apa yang diberitakan di media dan jejaring sosial tentang adanya perselisihan antara Suriah dan Rusia menyusul keputusan Moskow untuk menarik pasukannya dari Suriah tidak benar.
"Tidak ada perselisihan apapun antara Suriah dan Rusia," imbuhnya seperti dilaporkan ISNA mengutip Rai al-Youm, Rabu (16/3/2016).
Ia menegaskan, penarikan pasukan Rusia dilakukan dengan koordinasi penuh antara Damaskus dan Moskow, dan langkah ini diambil dengan memperhatikan secara teliti atas perkembangan di lapangan baru-baru ini khususnya diumumkannya gencatan senjata.
Assad lebih lanjut menekankan kelanjutan kerjasama di sektor pemberantasan terorisme antara Suriah dan Rusia.
Sebelum pernyataan tersebut, Assad dan Vladimir Putin, Presiden Rusia telah melakukan percakapan telepon dan sepakat untuk mengurangi pasukan Rusia di Suriah.
Sementara itu, militer Suriah mengumumkan bahwa pasca prestasi-prestasi yang diraih dalam perang melawan terorisme, maka wajar jika terjadi kesepakatan antara komandan militer Suriah dan Rusia untuk mengurangi kehadiran pasukan Rusia di Suriah yang sejalan dengan transformasi terbaru di negara ini. (RA)