Rezim-Rezim Arab Sikapi Dingin Kemenangan Irak atas Daesh
-
pemimpin negara-negara Arab
Televisi al-Mayadeen Lebanon melaporkan, outlet media dan rezim-rezim Arab menyikapi dingin keberhasilan pasukan Irak dalam membebaskan kota Mosul dari pendudukan kelompok teroris Takfiri Daesh.
Televisi Lebanon itu dalam laporannya Selasa (11/7/2017) menyebutkan, oulet media dan elit politik Arab tidak menyatakan solidaritas atas keberhasilan besar Irak dalam memberantas terorisme Daesh.
Pertempuran Mosul merupakan pertempuran terbesar dan paling sengit dalam sejarah di kawasan yang berujung pada kekalahan telak Daesh dan kemenangan Irak. Akan tetapi rezim, lembaga pemerintah dan outlet-outlet media Arab tidak menyambut kemenangan tersebut.
Dalam laporan al-Mayadeen disebutkan bahwa dalam memerangi Daesh dengan dukungan lemah dari Amerika Serikat, Irak menyaksikan dirinya berdiri sendirian di medan pertempuran, sementara di sisi lain, sejak pendudukan kota Mosul, Daesh selalu mendapat dukungan negara-negara Arab pesisir Teluk Persia dan Turki.
Televisi al-Mayadeen menambahkan, ibukota negara-negara Arab tidak menunjukkan sukacinta atas kemenangan di hadapan Daesh, serta hanya cukup dengan menyampaikan ucapan selamat. Bahkan diperkirakan jika bukan karena kesantunan diplomatik, ucapan selamat tersebut juga tidak akan disampaikan.
Disebutkan pula, media merupakan parameter sikap pemerintah mengingat banyak media yang bersikap sebagai juru bicara dan corong negara-negara Arab. (MZ)