Qatar Siap Berdialog Berdasarkan Sikap Saling Menghormati
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i41030-qatar_siap_berdialog_berdasarkan_sikap_saling_menghormati
Menteri Luar Negeri Qatar mengumumkan kesiapan negaranya untuk mengevaluasi tawaran empat negara Arab yang memberlakukan sanksi terhadap Doha melalui dialog berdasarkan sikap saling menghormati dan penghormatan terhadap kedualatan masing-masing negara.
(last modified 2026-04-24T16:42:03+00:00 )
Jul 14, 2017 11:42 Asia/Jakarta
  • Sheikh Mohammad bin Abdulrahman Al Thani, Menlu Qatar
    Sheikh Mohammad bin Abdulrahman Al Thani, Menlu Qatar

Menteri Luar Negeri Qatar mengumumkan kesiapan negaranya untuk mengevaluasi tawaran empat negara Arab yang memberlakukan sanksi terhadap Doha melalui dialog berdasarkan sikap saling menghormati dan penghormatan terhadap kedualatan masing-masing negara.

Sheikh Mohammad bin Abdulrahman Al Thani mengungkapkan hal itu dalam pertemuannya dengan Sheikh Mohammed Abdullah al-Mubarak al-Sabah, Menteri Penasihat untuk Urusan Perdana Menteri Kuwait dan Rex Tillerson, Menlu Amerika Serikat di Doha pada Kamis (13/7/2017).

"Posisi tetap pemerintah Qatar adalah menyambut dialog konstruktif untuk menyelesaikan segala bentuk perselisihan di antara negara-negara," ujarnya seperti dilansir IRNA.

Di sisi lain, Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan, Menlu Uni Emirat Arab (UEA) dalam sebuah pernyataan mengatakan, Qatar hanya memiliki dua opsi; bergabung dengan koalisi anti-terorisme atau berada di pihak lain, dan pemerintah Doha harus melakukan upaya lebih untuk mengubah pandangan banyak negara tentang pemberian perlindungan dan dukungan finansial kepada teroris.

Anwar Gargash, Menteri Penasihat untuk Urusan Luar Negeri UEA juga mengatakan, krisis Qatar bergerak ke tahap "api yang tenang," dan dengan memperhatikan bukti yang ada, pemutusan hubungan diplomatik ini akan berlangsung lama, sebab, Doha tidak berusaha untuk mengubah pendekatannya.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir menegaskan kembali kelanjutan sanksi terhadap Qatar jika pemerintah Doha tidak memenuhi tuntutan mereka.

Keempat negara Arab tersebut memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar pada tanggal 5 Juni 2017 dengan dalih Doha mendukung kelompok-kelompok teroris. Mereka mengajukan 13 syarat untuk normalisasi hubungan dengan Qatar, pada 23 Juni 2017, di mana tenggat waktunya habis pada tanggal 2 Juli 2017.

Namun dengan mediasi Kuwait, tenggat waktu tersebut diperpanjang hingga 48 jam yaitu sampai Selasa malam, 4 Juli 2017. Meski diperpanjang, Qatar tetap memberikan jawaban negatif terhadap tuntutan-tuntutan yang dianggapnya tidak logis dan ilegal itu.

Tuntutan terpenting Arab Saudi dan sekutunya adalah pemutusan hubungan Qatar dengan Republik Islam Iran dan penutupan pangkalan militer Turki di Qatar. (RA)