Pecah Belah Syiah, Saudi Inginkan Perang di Irak
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i43058-pecah_belah_syiah_saudi_inginkan_perang_di_irak
Setelah melancarkan agresi militer di Yaman, saat ini Arab Saudi tengah berusaha menancapkan pengaruhnya di Irak dan menyulut perang di negara itu dengan menciptakan perpecahan di tengah Muslim Syiah.
(last modified 2026-04-23T16:50:12+00:00 )
Aug 20, 2017 06:55 Asia/Jakarta
  • Irak
    Irak

Setelah melancarkan agresi militer di Yaman, saat ini Arab Saudi tengah berusaha menancapkan pengaruhnya di Irak dan menyulut perang di negara itu dengan menciptakan perpecahan di tengah Muslim Syiah.

Stasiun televisi Al Mayadeen, Lebanon (20/8) melaporkan, Kassem Chouaib, analis politik Tunisia, Sabtu (19/8) menulis, dengan melancarkan perang di Yaman, Arab Saudi beralih dari perang proxy ke perang langsung, akan tetapi selama dua tahun perang, Riyadh tidak berhasil mencapai targetnya.

Agresi militer Saudi di Yaman hanya menghancurkan rumah-rumah warga dan menyebabkan penyebaran wabah penyakit serta memutuskan harapan rakyat Yaman untuk mendapatkan kehidupan lebih baik.

Kassem Chouaib menjelaskan, Saudi berusaha menciptakan perpecahan di antara warga Muslim Syiah, dengan begitu masing-masing kelompok dan gerakan Syiah di Irak akan saling menyerang.

Sebagaimana sebelumnya, Saudi bersama Bahrain, Uni Emirat Arab dan Mesir, juga telah menciptakan fitnah baru di tengah warga Muslim Sunni, dengan memboikot Qatar. 

Analis politik Tunisia itu menegaskan, dengan memperhatikan posisi penting Irak bagi Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel, serta kekayaan alam melimpah dan posisi geopolitik yang dimilikinya, sepertinya Saudi tidak akan sendiri dalam menginfiltrasi Irak.

Seorang pejabat di Kementerian Luar Negeri Irak yang tidak bersedia diungkap identitasnya, Rabu lalu dalam wawancara dengan TV Aljazeera menerangkan, Saudi sudah menyerahkan permohonan pembukaan Konsulatnya di kota Najaf secara resmi kepada Kemenlu Irak. Namun langkah Saudi ini memicu protes luas dari kalangan politik Irak. (HS)