Perundingan Astana, Awal Berakhirnya Keberadaan Front Al-Nusra di Suriah
-
Dialog Astana
Tawfiq Shoman, pengamat Lebanon menilai prestasi terpenting dialog Astana keenam adalah awal dari berakhirnya keberadaan kelompok teroris Front al-Nusra di Suriah.
Babak keenam dialog Astana, ibukota Kazakhstan terkait Suriah digelar 14-15 September dengan dihadiri perwakilan Repulbik Islam Iran, Turki, Rusia dan wakul Suriah, kubu oposisi bersenjata serta Staffan de Mistura, utusan khusus sekjen PBB untuk Suriah.
Hasil penting dari perundingan ini adalah pembentukan sebuah zona penurunan tensi pertempuran baru di Provinsi Idlib, barat laut Suriah.
Menurut laporan Mehr News (MNA), Tawfiq Shoman menyebut masuknya Provinsi Idlib di zona penurunan tensi sebagai sebuah langkah positif untuk mengakhiri perang di Suriah.
Ia mengatakan, kesepakatan yang dicapai di perundikan Astana keenam ini sebuah awal untuk memulai proses mekanisme politik guna menyelesaikan krisis Suriah.
Pengamat Lebanon ini seraya mengisyaratkan perubahan sikap nyata Turki terkait Suriah menambahkan, menyusul perubahan konstelasi di lapangan yang menguntungkan pemerintah Damaskus dan setelah ketidakpedulian Amerika terhadap permintaan Ankara untuk tidak mempersenjatai militan Kurdi Suriah, Turki terpaksa mengubah sikapnya. (MF)