Senjata Muqawama, Garis Merah Rakyat Palestina
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i44775-senjata_muqawama_garis_merah_rakyat_palestina
Wakil Ketua Biro Politik Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) mengatakan, Hamas tidak akan melakukan perundingan apapun tentang senjatanya dalam proses Rekonsiliasi Nasional Palestina.
(last modified 2026-04-16T09:59:01+00:00 )
Sep 23, 2017 13:34 Asia/Jakarta

Wakil Ketua Biro Politik Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) mengatakan, Hamas tidak akan melakukan perundingan apapun tentang senjatanya dalam proses Rekonsiliasi Nasional Palestina.

Musa Abu Marzuq mengungkapkan hal itu dalam sebuah pernyataan baru-baru ini. Ia menyambut minat internasional untuk berperan lebih aktif dalam proses Rekonsiliasi Nasional Palestina. Ia menegaskan, senjata Muqawama adalah masalah yang tidak bisa dinegosiasikan dan tidak bisa ditawar-tawar.

Abu Marzuq menjelaskan, senjata Muqawama adalah untuk semua rakyat Palestina dan sebagai penjamin dalam menghadapi agresi rezim Zionis Israel, oleh karena itu masalah ini tidak mungkin untuk dievaluasi dan dirundingkan.

Penegasan Hamas atas kelanjutan perlawanan dan penjagaan terhadap senjatanya merupakan respon terhadap konspirasi dan trik-trik rezim Zionis dan para pendukungnya, termasuk pemerintah-pemerintah Barat terutama Amerika Serikat serta sejumlah rezim kolaborator Arab, di mana mereka selama ini menerapkan berbagai trik untuk memaksa rakyat Palestina menghentikan perlawanan dan melucuti senjatanya.

Rezim Zionis dan para pendukungnya berusaha melemahkan dan menghapus segala bentuk perlawanan terhadap kebijakan ekspansionis Israel di bumi Palestina agar mereka dapat dengan mudah memajukan perluasan penjajahannya.

Di sisi lain, rezim Zionis terus memaparkan rencana dan memunculkan isu seperti pelucutan senjata Muqawama Palestina. Hal ini dilakukan dengan harapan bahwa jika terjadi pembahasan mengenai pembentukan negara Palestina, maka pandangan Israel tentang sebuah negara yang tidak memiliki militer bisa diterima oleh Palestina dan masyarakat dunia.   

Namun pandangan secara militer dan politik dalam hal ini membuktikan bahwa mengejar perlucutan senjata perlawanan sebuah bangsa dengan cara mengancam dan menipu publik, seperti perundingan kompromi atau mencantumkan masalah itu dalam perundingan Rekonsiliasi Nasional, hampir tidak mungkin dilakukan.

Kegagalan rezim Zionis selama sekitar tujuh dekade lalu untuk menghentikan perlawanan terhadap Israel dan mencegah rakyat Palestina agar tidak mengakses dan memiliki senjata membuktikan fakta tersebut.

Dalam kondisi seperti itu, babak baru gerakan rezim Zionis untuk menarget Palestina dengan lampu hijau dari Donald Trump, Presiden AS dan rencana-rencana mencurigakan mereka terkait Palestina tidak akan mencapai hasilnya.

Kelompok-kelompok Palestina menegaskan kembali bahwa masalah perlucutan senjata Muqawama adalah garis merah rakyat Palestina. Peraturan dan hukum internasional juga menganggap bahwa pembelaan diri sebuah bangsa adalah hal yang sah dan legal.

Mengingat berbagai prestasi yang dicapai Muqawama, di mana selama bertahun-tahun terakhir rezim Zionis mengalami berbagai kegagalan di bidang militer dan politik, maka rakyat Palestina mencapai kesimpulan bahwa satu-satunya jalan untuk menggapai cita-cita mereka adalah melanjutkan perlawanan dan kesinambungan dalam menghadapi rezim penjajah al-Quds.

Dalam beberapa tahun terakhir, rakyat Palestina berulang kali menyelenggarakan perayaan kemenangan dan menampilkan kekuatan mereka menyusul berbagai kekalahan rezim Zionis. Baru-baru ini ribuan anggota kelompok Muqawama Palestina menggelar parade luas di Jalur Gaza.

Mereka juga menegaskan kelanjutan perlengkapan dan persenjataan bagi Muqawama hingga terbebas sepenuhnya dari penjajahan Israel.

Meningkatnya dukungan rakyat kepada perlawanan terhadap rezim Zionis dan penegasan kelompok-kelompok Muqawama Palestina untuk mempertahankan senjatanya serta meng-upgradenya, bahkan mereka memproduksi senjata secara mandiri menunjukkan kegagalan rezim Zionis dalam mengejar tujuannya untuk menghentikan perlawanan dan melucuti senjata Muqawama Palestina. (RA)