Investigasi Kejahatan Perang di Yaman dan Ancaman Saudi
Sumber-sumber media Arab mengabarkan, Arab Saudi dalam suratnya mengancam negara-negara yang berusaha agar resolusi soal investigasi independen perang di Yaman, dikeluarkan.
Sebagaimana dilaporkan Associated Press, Saudi mengancam langkah sejumlah negara yang mendesak keluarnya resolusi Dewan Hak Asasi Manusia, PBB untuk mengirim tim investigasi independen internasional ke kota-kota dilanda perang di Yaman.
Saudi dalam suratnya yang sampai ke tangan Associated Press memperingatkan, pengesahan usulan sejumlah negara di Dewan HAM PBB akan berpengaruh negatif pada hubungan ekonomi dan perdagangan dengan Riyadh. Pada saat yang sama, Saudi bersama sekutu-sekutunya menyiapkan resolusi pengganti yang menuntut penyelidikan soal perang Yaman di bawah pengawasan pemerintah Riyadh.
Usulan Saudi dan sekutu-sekutunya itu sama saja dengan menyerahkan penyelidikan sebuah kasus kejahatan kepada pelaku kejahatan itu sendiri dan hasilnya sudah dapat diduga sejak awal. Lewat usulan tidak rasional semacam ini, Saudi berusaha menutupi kejahatan-kejahatannya di Yaman dan seluruh kasus terkait masalah ini.
Seiring dengan semakin kerasnya protes masyarakat internasional atas kejahatan perang Saudi di Yaman dan penegasan atas urgensi penanganan kejahatan tersebut, Zeid Ra'ad Al Hussein, Komisaris Tinggi HAM PBB mendesak investigasi independen terkait hal itu.
Sehubungan dengan ini, draf resolusi disusun oleh sejumlah negara termasuk Belanda dan mereka berupaya agar resolusi tersebut disahkan di Dewan HAM PBB. Berdasarkan resolusi itu, investigator independen internasional akan dikirim ke Yaman untuk menyelidiki kejahatan perang yang terjadi di Yaman selama agresi militer Saudi ke negara itu.
Langkah ini dinilai dapat memberikan penjelasan yang lebih akurat tentang realitas yang sebenarnya terjadi di Yaman kepada masyarakat dunia dan inilah yang dikhawatirkan Saudi, sehingga negara itu berusaha mencegahnya dengan berbagai cara.
Ancaman Saudi terhadap sejumlah negara dan organisasi internasional menggambarkan rekam jejak Riyadh dengan sejelas-jelasnya. Langkah Saudi itu telah mengungkap esensi menipu dan agresif rezim Al Saud yang tidak segan melakukan kejahatan apapun untuk meraih ambisinya.
Seluruh langkah jahat Saudi juga telah meracuni atmosfir internasional. Pada situasi seperti ini, Saudi dengan bertumpu pada kekuatan finansial dan dukungan Amerika Serikat, berusaha mencegah segala bentuk sikap atau keputusan yang menyerang dirinya di tingkat global.
PBB beberapa waktu lalu sempat mendapat tekanan dan ancaman serupa dari Saudi. Saat itu PBB terpaksa menghapus nama Saudi dari daftar rezim pelanggar hak anak, setelah ditekan oleh Saudi, dan setelah pendukung utamanya yaitu Amerika mengancam akan memutus bantuannya untuk PBB.
Sikap kontradiktif yang dipraktikkan PBB dengan menghapus nama Saudi dari daftar rezim pelanggar hak anak, membuktikan bahwa keputusan PBB dapat berubah seketika sesuai keinginan negara-negara adidaya dunia, dan ini adalah masalah serius yang mengancam kredibilitas PBB.
Dengan demikian, jika kali ini dalam masalah Yaman, PBB dan lembaga-lembaga di bawahnya kembali tunduk pada kehendak rezim Al Saud dan dengan berbagai alasan menolak mendukung upaya internasional menghentikan kejahatan Saudi di Yaman, maka kredibilitas PBB akan semakin terpuruk di mata dunia. (HS)