Khaled Meshal Kritik Inggris yang Bangga dengan Deklarasi Balfour
-
Khaled Meshal, Mantan Ketua Biro Politik Hamas.
Mantan Ketua Biro Politik Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) mengatakan, hari ini Inggris alih-alih meminta maaf atas Deklarasi Balfour, namun justru bangga atas deklarasi ini.
Khaled Meshal mengungkapkan hal itu dalam video conference dalam Konferensi Kelima Keamanan Nasional Palestina di Jalur Gaza, Kamis (2/11/2017). Ia juga menyinggung rencana Amerika Serikat terkait Palestina.
"AS mengejar normalisasi hubungan dengan rezim penjajah tanpa berusaha menyelesaikan isu Palestina, dimana harus hati-hati terkait hal ini," ujarnya seperti dilansir FNA.
Meshal lebih lanjut menyinggung al-Quds al-Sharif, dan mengatakan, al-Quds yang menjadi simbol tidak akan mengizinkan siapapun untuk mundur dari hak-hak rakyat Palestina.
Deklarasi Balfour adalah sebuah pernyataan publik yang dikeluarkan oleh Inggris ketika Perang Dunia I yang mengumumkan dukungan pembentukan rezim Yahudi di tanah Palestina.
Deklarasi tersebut tercantum dalam sebuah surat tertanggal 2 November 1917 dari Menteri Luar Negeri Britania Raya Arthur Balfour kepada Lord Walter Rothschild, seorang pemimpin komunitas Yahudi Britania.
Theresa May, Perdana Menteri Inggris pada Rabu 25 Oktober 2017 mengatakan, kami bangga dengan perang Inggris dalam pembentukan Israel dan kami merayakan hari itu. (RA)