Qatar dan Amerika Perkuat Kerjasama Militer
Pemerintah Amerika Serikat pada 1 November 2017, menyetujui kontrak dukungan perawatan persenjataan Qatar senilai 1,1 miliar dolar.
Berdasarkan kontrak ini, AS akan melakukan perbaikan dan menyediakan layanan teknis untuk pesawat tempur F-15QA milik Qatar. Qatar adalah salah satu sekutu penting AS di Timur Tengah.
"Qatar adalah kekuatan penting bagi stabilitas politik dan kemajuan ekonomi di kawasan Teluk Persia," kata Departemen Luar Negeri AS.
Pemerintah Qatar memandang AS sebagai penjamin keamanan mereka. Untuk itu, Qatar berusaha untuk memenuhi keamanannya melalui kerjasama keamanan dengan AS.
Demi memastikan dukungan AS untuk keamanannya, pemerintah Qatar berupaya untuk menghubungkan antara keamanannya dan kepentingan AS di Timur Tengah.
Doha menandatangani sebuah perjanjian kerjasama pertahanan dengan Washington pada Juni 1992, yang memungkinkan AS memperoleh akses ke pangkalan militer Qatar dan menempatkan peralatan tempurnya, dan kedua negara juga dapat melakukan latihan militer bersama.
Qatar adalah rumah bagi pangkalan udara AS terbesar di Timur Tengah, al-Udeid, di mana sekitar 10.000 personil militer ditempatkan.
Selain menyediakan pangkalan militernya untuk AS, Qatar juga memiliki bentuk-bentuk lain kerjasama militer dengan negara tersebut.
Qatar termasuk di antara negara-negara yang mengadopsi program pelatihan militer AS, termasuk Program Pelatihan dan Pendidikan Militer Internasional (IMET), dan program non-proliferasi ranjau, anti-terorisme, dan program terkait bantuan anti-teror (Nadr-ATA).
Kesepakatan yang ditandatangani baru-baru ini antara Doha dan Washington juga mencakup program pelatihan militer Amerika.
AS memandang Qatar sama seperti negara-negara Arab lainnya dari segi ekonomi dan politik. Negara itu fokus pada sumber-sumber energi yang melimpah di negara-negara Arab sebagai imbalan atas kontribusinya menjamin keamanan mereka.
Penjualan senjata serta program pelatihan dan layanan militer ke negara-negara Arab di pesisir Teluk Persia, merupakan salah satu sumber utama pendapatan Amerika.
Meski Qatar memiliki belanja militer yang lebih sedikit ketimbang Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, namun pembelian senjata dan peralatan militer Doha dari Washington naik sebesar 60 persen sejak 2009.
Dari segi politik, AS memenuhi kepentingannya di Timur Tengah termasuk menjamin keamanan rezim Zionis Israel dengan cara membuat negara-negara Arab termasuk Qatar bergantung pada mereka.
Pada dasarnya, AS meraup keuntungan atas konflik di Timur Tengah, karena konflik ini akan menjamin kepentingan ekonomi Amerika dengan cara menjual senjata dan program-program militer kepada negara-negara kawasan. (RM)