Motif Kunjungan Netanyahu ke Afrika
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i47463-motif_kunjungan_netanyahu_ke_afrika
Perdana Menteri Rezim Zionis Israel, Benyamin Netanyahu memulai babak baru kunjungan ke kawasan Afrika dengan menghadiri acara pelantikan presiden baru Kenya.
(last modified 2026-03-31T08:10:45+00:00 )
Nov 29, 2017 18:59 Asia/Jakarta

Perdana Menteri Rezim Zionis Israel, Benyamin Netanyahu memulai babak baru kunjungan ke kawasan Afrika dengan menghadiri acara pelantikan presiden baru Kenya.

Sebelum bertolak menuju Kenya, Netanyahu menyatakan akan memperluas hubungan dengan negara-negara kawasan Afrika yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

Lawatan Netanyahu ke Afrika merupakan kunjungan ketiganya ke kawasan ini sejak setahun setengah lalu. Para pejabat rezim Zionis selama beberapa tahun belakangan ini semakin gencar memperluas hubungan dengan kawasan Afrika, terutama peningkatan pengaruh politik dan ekonomi ketika Tel Aviv semakin tidak berdaya melanjutkan kebijakan ekspansifnya di Timur Tengah.

Kini, Israel sedang mengejar tiga tujuan utama di Afrika, yaitu: di bidang ekonomi, politik dan militer. Di bidang ekonomi, kawasan Afrika memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Selain itu, sebagian negara di kawasan ini memiliki posisi strategis dan populasi penduduk yang besar. Israel melirik invetasi di kawasan tersebut, dan melihatnya sebagai pasar potensial. 

Bendera Rezim Zionis Israel

Tidak heran jika para pejabat rezim Zionis semakin agresif untuk meningkatkan hubungan dengan negara-negara kawasan Afrika. Potensi ekonomi yang besar dan janji suntikan dana dari Tel Aviv kepada para pemimpin negara-negara Afrika berlangsung di saat kondisi perekonomian rezim Zionis saat ini sedang memburuk. Berkaitan dengan masalah ini, Khaled Qadum, Wakil Hamas di Tehran menuturkan, "Kita menyaksikan perdagangan hitam rezim Zionis di Afrika dan negara lain".

Di bidang politik, Israel berupaya menarik dukungan dari negara-negara Afrika demi kepentingan politiknya di organisasi dan lembaga internasional, termasuk PBB. Aryan Khanna, penulis Zionis menjelaskan, "Netanyahu dalam lawatannya ke Afrika berupaya untuk memperbaiki posisi dan kedudukan Israel di arena internasional, terutama di PBB dengan menarik dukungan suara dari negara-negara Afrika.

Pada saat yang sama, pemikiran anti imperialisme di sebagian negara Afrika yang bertahun-tahun berada dalam cengkeraman penjajahan jelas tidak akan menerima kehadiran Israel yang menduduki Palestina. Oleh karena itu, mereka tidak akan mudah dikelabui oleh tipu daya rezim Zionis. Misalnya Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma menyebut kebijakan Israel berupaya melanjutkan imperialisme, dan mengejar kebijakan Apartheid terhadap bangsa Palestina.

Jacob Zuma

Di bidang militer dan keamanan, kehadiran rezim Zionis di Afrika memiliki kedudukan sangat penting bagi Tel Aviv. Para pejabat Israel berupaya untuk menjual senjata dan alutsistanya serta meningkatkan kerja sama militer dengan negara-negara kawasan Afrika. Tel Aviv juga memberikan dukungan terselubung terhadap paramiliter dan kelompok teroris yang beroperasi di kawasan Afrika dengan tujuan untuk menyulut perpecahan antarsesama Muslim dan bangsa-bangsa Afrika.

Secara akumulatif, kunjungan Netanyahu ke Afrika untuk meningkatkan hubungan dengan negara-negara di kawasan itu demi meraih tujuannya.(PH)