Pezeshkian: Setiap Bentuk Intervensi Memiliki Konsekuensi Berbahaya
-
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian
Pars Today - Presiden Republik Islam Iran menyatakan bahwa aksi militer Amerika Serikat dan Israel merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip hukum serta bertentangan dengan seluruh aturan yang menurut klaim Iran selama ini dijaga oleh Uni Eropa.
Menurut laporan Pars Today, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian dan Presiden Dewan Eropa, Antónia Costa dalam pembicaraan telepon membahas kondisi terkini dan konsekuensi perang yang digambarkan sebagai “perang yang dipaksakan Amerika dan rezim Zionis terhadap Iran” serta situasi regional.
Dalam percakapan tersebut, Pezeshkian mengkritik apa yang ia sebut sebagai sikap negatif dan posisi berpihak Uni Eropa serta beberapa negara Eropa terhadap serangan Amerika dan rezim Zionis ke Iran.
Ia menegaskan bahwa tindakan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran bukan hanya “kejahatan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap rakyat Iran”, tetapi juga “pelanggaran nyata terhadap supremasi hukum” serta serangan terhadap prinsip dan aturan yang menurut Iran diklaim dijaga oleh Uni Eropa.
Pezeshkian juga menekankan bahwa Selat Hormuz saat ini ditutup bagi kapal serta armada milik pihak yang disebut Iran sebagai “agresor dan pendukungnya”.
Ia memperingatkan, “Setiap bentuk intervensi asing dengan alasan apa pun dalam perang dan kondisi regional saat ini “akan membawa konsekuensi berbahaya”.”
Dalam percakapan itu, Presiden Dewan Eropa Antónia Costa menyatakan bahwa Eropa menekankan perlunya penghentian perang dan ketegangan di kawasan serta mengungkapkan kekhawatiran mengenai dampak politik dan ekonomi global dari konflik tersebut.
Ia menyampaikan bahwa negara‑negara Eropa “tidak pernah mendukung serangan terhadap Iran” dan menganggapnya bertentangan dengan hukum serta norma internasional.
Costa juga menyatakan bahwa penyelesaian masalah harus ditempuh melalui perundingan dan jalan damai.(sl)