Teroris Kalah di Ghouta Timur, Israel Merasa Terancam
-
Netanyahu dan pejabat militer Israel
Mereaksi keberhasilan pasukan pemerintah Suriah membebaskan 70 persen wilayah Ghouta Timur dari teroris, surat kabar Jerusalem Post menganggap kekalahan kelompok bersenjata di Ghouta Timur sebagai ancaman bagi kepentingan rezim Zionis Israel dan Amerika Serikat.
Rasa News (17/3/2018) melaporkan, surat kabar Jerusalem Post, Jumat (16/3/2018) menilai kekalahan kelompok bersenjata di Ghouta Timur sebagai indikasi berlanjutnya kemajuan pasukan pemerintah Suriah dan jaminan kehadiran jangka panjang Rusia di negara itu serta kekalahan Washington atas Moskow.
Koran Israel itu menulis, Ghouta Timur sebagai benteng terakhir kelompok bersenjata di dekat Damaskus, ibukota Suriah, segera menjadi ancaman permanen bagi Israel setelah para pemberontak bersenjata Suriah terusir dari wilayah itu.
Jerusalem Post menjelaskan, jatuhnya Ghouta Timur ke tangan pemerintah Suriah, akan semakin menekan kelompok bersenjata di selatan Suriah.
"Masalah ini mengancam infiltrasi Inggris dan Amerika di selatan Suriah, juga pangkalan militer Al Tanf yang berada di bawah kontrol koalisi internasional pimpinan Amerika," imbuhnya.
Surat kabar Israel itu juga mengakui dukungan Amerika dan Israel terhadap kelompok bersenjata, Free Syrian Army, FSA di selatan negara itu, dan mendesak langkah segera Amerika dan Israel untuk menghambat bertambah kuatnya poros perlawanan dan hegemoni Rusia di Suriah.
Dikabarkan, di Ghouta Timur berkumpul sejumlah banyak kelompok teroris termasuk Jaish Al Islam, Faliq Al Sham, Legiun Al Rahman dan Ahrar Al Sham.
Alaa Munir Ibrahim, Gubernur Rif Damakus, Kamis (15/3/2018) mengaku gembira dengan berlanjutnya operasi militer Suriah untuk merebut kontrol penuh wilayah Ghouta Timur.
Ia mengatakan, kelompok bersenjata tidak punya pilihan lain selain menyerahkan senjata mereka dan membiarkan aktivitas instansi pemerintah Suriah di wilayah ini berjalan kembali.
Unit-unit tempur pasukan pemerintah Suriah sejak 15 hari lalu berhasil membebaskan sejumlah banyak wilayah Ghouta Timur dari tangan teroris dan mereka terus bergerak maju. (HS/PH)