Iran: Agresi Militer ke Yaman Segera Dihentikan!
-
Serangan udara koalisi Saudi ke Yaman
Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran menjelang tahun keempat agresi brutal pasukan asing ke Yaman mengeluarkan pernyataan yang menuntut penghentian segera serangan militer ke Yaman dan blokade rakyat negara ini.
Kemenlu Iran dalam pernyataannya fokus menekankan dua poin penting. Pertama, mengingatkan satu kenyataan bahwa Amerika dan sebagian negara-negara Eropa harus mengambil langkah-langkah serius menghentikan perang dan kejahatan perang yang terus berlanjut di negara ini daripada mendukung para agresor ke Yaman dan menjual senjata dan jet-jet tempurnya kepada mereka.
Kedua, menekankan berlanjutnya upaya memberikan bantuan demi mengakhiri perang merusak ini. Republik Islam Iran percaya bahwa satu-satunya solusi atas krisis ini adalah mekanisme politik dan dalam perang ini tidak ada pihak yang menang. Oleh karenanya, Iran meminta masyarakat internasional untuk melakukan tekanan demi berakhirnya perang dan blokade Yaman.
Sesuai dengan laporan yang dikeluarkan PBB pada Januari 2017, berlangsungnya perang dan serangan udara koalisi Arab Saudi terhadap Yaman membuat data korban perang ini mencapai lebih dari 12 ribu orang.
Baru-baru ini, Mark Lukok, Deputi Sekjen PBB urusan Bantuan Kemanusiaan meninjau kerusakan di kota Sanaa dan mengatakan, kondisi tragedi kemanusiaan di Yaman sangat mengerikan.
Kementerian Pendidikan Yaman juga menyatakan, akibat serangan Arab Saudi selama tiga tahun ke negara ini, lebih dari 2.640 sekolah dan pusat-pusat pendidikan di pelbagai provinsi di Yaman mengalami kerusakan.
Arab Saudi dengan dukungan Amerika, Uni Emirat Arab dan sejumlah negara lainnya sejak bulan Maret 2015 menyerang Yaman dan bersamaan dengan itu memblokade negara ini dari darat, laut dan udara.
Surat kabar The Independent dalam laporannya menulis, dua pertiga rakyat Yaman menderita kelaparan dan 7 juta orang mengalami malnutrisi serius. Kondisi ini membuat setiap 20 menit seorang anak Yaman meninggal dunia.
Arab Saudi dalam serangannya ke Yaman ternyata juga menggunakan senjata terlarang seperti bom cluster.
Kenneth Roth, Direktur Eksekutif Human Rights Watch mengatakan, Arab Saudi tidak punya alasan menggunakan bom cluster di area pemukiman. Kejahatan perang Arab Saudi di Yaman selama tiga tahun lalu masih terus berlanjut, dimana Dewan Keamanan PBB tidak mau mengeluarkan resolusi mengikat untuk menghentikan kekerasan dan perang terhadap Yaman.
PBB tidak menjalankan kewajibannya dengan baik terkait apa yang terjadi di Yaman dan lamban dalam mereflesikan apa yang terjadi, masalah yang ada dan tragedi kemanusiaan di Yaman dalam skala global.
Kini, perang Yaman yang dipaksakan koalisi Saudi telah berubah menjadi lumpur hisap, sehingga mereka sendiri tidak mampu mengakhiri perang ini.
Mengakhiri perang Yaman membutuhkan keinginan kuat masyarakat internasional, khususnya dari negara-negara Barat untuk menghentikan langkah-langkah tidak manusiawi Arab Saudi di Yaman. Apa yang dilakukan para pengusa Saudi selama empat tahun lalu telah mengantarkan Yaman dalam kondisi terburuk tragedi kemanusiaan, tapi tidak ada yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi di sana.