Perimbangan Kekuatan Untungkan Pasukan Yaman
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i53982-perimbangan_kekuatan_untungkan_pasukan_yaman
Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman menyatakan perimbangan kekuatan saat ini sangat menguntungkan pasukan Yaman, mengingat prestasi militer dan pasukan relawan rakyat Yaman, dan menyusul koalisi agresor Arab Saudi yang tidak membuat kemajuan dalam tiga tahun agresinya terhadap Yaman.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Mar 26, 2018 15:32 Asia/Jakarta
  • tembakan rudal penangkal
    tembakan rudal penangkal

Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman menyatakan perimbangan kekuatan saat ini sangat menguntungkan pasukan Yaman, mengingat prestasi militer dan pasukan relawan rakyat Yaman, dan menyusul koalisi agresor Arab Saudi yang tidak membuat kemajuan dalam tiga tahun agresinya terhadap Yaman.

Sharaf Luqman, kepada televisi Alalam, pada hari Senin (26/3/2018) mengatakan dalam sebuah program tentang tema agresi tiga tahun Arab Saudi terhadap Yaman, mengatakan, di awal agresi Arab Saudi ke Yaman, serangan tersebut sangat menyakitkan, namun pasukan Yaman melawannya dan berhasil mendaratkan pukulan paling merusak sejak awal agresi ke Yaman.

 

Menurut Luqman, setelah perlawanan terhadap agresi dan dimulainya opsi strategis, tahap kemajuan dan rekonstruksi militer, di mana sebagian besar struktur dan senjatanya runtuh, dan setelah 40 hari, opsi strategis digulirkan dan militer mulai bangkit kembali serta maju dan sekarang telah menjadi sangat kuat.

 

Seorang juru bicara angkatan bersenjata Yaman mengatakan bahwa jika perang berlanjut, militer Yaman masih sepenuhnya siap, dan jika pihak agresor semakin meningkatkan kejahatan dan penindasan mereka, maka peluang untuk serangan balasan hingga kemenangan Yaman juga akan terbuka lebar dan pasukan Yaman akan menjadi lebih kuat.

serangan rudal pasukan Yaman ke Arab Saudi

 

Arab Saudi, dengan dukungan Amerika Serikat dan Barat dan negara-negara Arab dari aliansi Riyadh, menyerang Yaman sejak Maret 2015 dan memberlakukan blokade total dari darat, laut dan udara dengan tujuan mengembalikan kekuasaan mantan presiden Abd Rabbuh Mousour Hadi, yang loyal kepada Riyadh.(MZ)