Pengacara HAM Adukan Kejahatan Perang Putera Mahkota Saudi
-
Mohammed bin Salman
Kunjungan Putera Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman ke Paris disambut dengan aksi protes atas kejahatan perang dan pelanggaran HAM yang dilakukan rezim Al Saud di Yaman.
Bersamaan dengan kunjungan tersebut, organisasi HAM Yaman hari Selasa (10/4) menyerukan supaya Mohammed bin Salman diadili di penjara Perancis atas kejahatan perang yang dilakukannya di Yaman.
Organisasi HAM Yaman ini menyebut pangeran Mohammed bin Salman sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas serangan pasukan Arab Saudi terhadap Yaman yang menewaskan warga sipil negara tetangganya itu.
Dua pengacara HAM internasional, Joseph Barham dan Hakeem Shakir kepada Reuters mengatakan bahwa putera mahkota Arab Saudi adalah orang yang pertama kali mengeluarkan instruksi agresi militer Yaman pada 25 Maret 2015 yang terus berlanjut hingga kini.
Sebelumnya, sebanyak 10 organisasi HAM dan hak sipil Perancis pekan lalu berunjuk rasa menyerukan segera dihentikannya pengiriman senjata Perancis ke Arab Saudi.
Mereka juga mendesak Paris membuka akses bagi pengiriman bantuan kemanusiaan di Yaman.
Direktur Human Rights Watch Perancis, Benedicte Jeannerod mengatakan bahwa Arab Saudi sebagai pemimpin koalisi agresor Yaman hingga kini telah membunuh ribuan warga sipil, dan serangan tersebut masuk kategori kejahatan perang.
Koodinator Federasi HAM Internasional, FIDH, Antoine Madelin mengungkapkan bahwa Paris menjual berbagai jenis senjata dan alutsista dari helikopter hingga roket kepada Arab Saudi yang dipergunakan untuk menyerang Yaman.(PH)