Pemimpin Ansarullah: Kejahatan Saudi akan Dibalas
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i55590-pemimpin_ansarullah_kejahatan_saudi_akan_dibalas
Pemimpin Gerakan Rakyat Yaman, Ansarullah, Abdul-Malik Badreddin al-Houthi mereaksi gugur syahidnya Ketua Dewan Tinggi Politik Yaman, Saleh al-Samad.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Apr 24, 2018 05:52 Asia/Jakarta
  • Pemimpin Gerakan Rakyat Yaman, Ansarullah, Abdul-Malik Badreddin al-Houthi.
    Pemimpin Gerakan Rakyat Yaman, Ansarullah, Abdul-Malik Badreddin al-Houthi.

Pemimpin Gerakan Rakyat Yaman, Ansarullah, Abdul-Malik Badreddin al-Houthi mereaksi gugur syahidnya Ketua Dewan Tinggi Politik Yaman, Saleh al-Samad.

Dia dalam sebuah pernyataan pada hari Senin (23/4/2018) mengatakan, tindakan jahat rezim Al Saud yang membunuh Saleh al-Samad akan dibalas.

 

Badreddin al-Houthi menegaskan, Ansarullah menilai pasukan agresor Arab Saudi dan terutama Amerika Serikat sebagai pihak yang bertangung jawab atas gugurnya ketua Dewan Tinggi Politik Yaman.

 

"Kesyahidan ketua Dewan Tinggi Politik Yaman akan memperkuat motivasi rakyat negara ini untuk mempertahankan dan mengkonsolidasikan front internal dalam melawan pasukan agresor," kata Badreddin al-Houthi seperti dilansir IRNA mengutip jaringan televisi al-Masirah Yaman.

 

Menurut pempin Ansarullah itu, para agresor tidak akan memperoleh hasil apapun dari pembunuhan terhadap ketua Dewan Tinggi Politik Yaman. Dia menyerukan kepada rakyat Yaman untuk hadir adalam acara prosesi pemakaman al-Samad.

Ketua Dewan Tinggi Politik Yaman, Saleh al-Samad.

 

Saleh al-Samad gugur syahid dalam serangan jet tempur Arab Saudi dan sekutunya di Provinsi al-Hudaydah.

 

Setelah tersiar berita gugur syahidnya Saleh al-Samad dan enam orang yang menyertainya, Dewan Tinggi Politik Yaman mengumumkan tiga hari berkabung di negara itu.

 

Dewan Tinggi Politik Yaman juga mengumumkan Mehdi Mohammad Hussein al-Mashat sebagai ketua baru dewan ini.

 

Saleh al-Samad terpilih sebagai Ketua Dewan Tinggi Politik Yaman pada tanggal 6 Agustus 2016. Ia mulai menjalankan tugasnya setelah diambil sumpah di parlemen pada tanggal 14 Agustus 2016.

 

Arab Saudi dengan dukungan Amerika Serikat, Uni Emirat Arab dan beberapa negara lainnya, melancarkan agresi militer ke Yaman sejak Maret 2015.

 

Pasukan agresor juga memblokade Yaman dari darat, laut dan udara, sehingga menambah penderitaan rakyat negara itu.

 

Invasi militer Arab Saudi dan sekutunya ke Yaman hingga sekarang telah merenggut nyawa belasan ribu warga negara ini dan melukai puluhan ribu lainnya. (RA)