Peringatan Hizbullah Akan Makar Baru AS, Saudi dan Israel
-
Sayyid Hassan Nasrullah
Sekjen Hizbullah Lebanon menekankan bahwa Amerika Serikat, rezim Israel dan Saudi tidak akan diam di hadapan kekalahan makar mereka mereka di Suriah, Irak dan Lebanon.
Sayyid Hassan Nasrullah mengatakan pada Selasa (1/5/2018) bahwa sejumlah partai dan gerakan politik di Lebanon mendukung teroris.
Pemilihan parlemen Lebanon dijadwalkan digelar 6 Mei mendatang. Transformasi Lebanon menunjukkan bahwa pemilihan negara itu akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan di kawasan Timur Tengah, namun pada saat yang sama menjelaskan posisi penting Lebanon di kawasan. Posisi penting tersebut tidak lepas dari peran Hizbullah dalam struktur kekuasaan internal dan perimbangan kekuatan di Timur Tengah.
Hizbullah Lebanon telah memainkan peran poros dalam mengalahkan terorisme di Suriah dan Lebanon, serta menggagalkan rencana imperialis untuk menggulingkan rezim Suriah dan membenturkan Lebanon dengan krisis keamanan. Masalah-masalah tersebut menjadi fokus perhatian para pemilih. Resistensi rakyat Lebanon yang dipimpin Hizbullah tidak hanya berhasil menghadapi terorisme tetapi juga berhasil melawan penjajahan Israel.
Capaian Hizbullah ini secara otomatis mengeskalasi makar dan plot anti-gerakan muqawama tersebut, termasuk perang propaganda dan tuduhan tidak berdasar. Namun Hizbullah di kawasan tetap menikmati popularitas tinggi dan mendapat dukungan rakyat dengan perspektif demokratis. Dalam hal ini, jajak pendapat terbaru memperjelas kokohnya posisi politik Hizbullah Lebanon pada pemilihan parlemen mendatang.
Pendekatan Hizbullah Lebanon adalah memperkuat kohesi politik di negara ini dengan melibatkan semua kelompok Lebanon. Langkah itu mencakup perimbangan kekuatan "muqawama, militer dan rakyat", yang menjadi penjamin kelangsungan hidup Lebanon melawan konspirasi musuh.
Keberhasilan perimbangan tersebut sekarang telah jelas bagi seluruh rakyat Lebanon. Memperhatikan perimbangan tersebut akan sangat determinan bagi masa depan politik Lebanon, dan langkah politisi Lebanon di jalur ini merupakan permintaan rakyat. Adapun penyimpangan darinya akan mengarah pada jebakan yang telah dipersiapkan oleh Amerika, Israel, dan Arab Saudi, serta tidak akan menguntungkan siapa pun di Lebanon.
Secara keseluruhan, kemenangan lapangan kubu muqawama melawan teroris di Irak dan Lebanon telah membuktikan bukan hanya ketidakefektifan politik berporos kejahatan dalam memanfaatkan kelompok teroris untuk mengubah perimbagan politik di berbagai negara, tetapi juga memperkuat posisi front muqawama di kancah pemilu.
Berlanjutnya proses tersebut telah berhasil menggagalkan makar asing di kancah politik melawan poros muqawama di Timur Tengah. Wilayah ini selalu menjadi target kebijakan bias kekuatan imperialis dan telah menderita akibat berbagai plot mengingat posisi strategis dan kekayaan sumber alamnya.
Di antara konspirasi tersebut adalah proyek Timur Tengah Baru oleh Amerika dan perjanjian abad, yang disebut sebagai proyek pembagian ulang kawasan oleh kekuatan-kekuatan besar. Lebanon, Suriah dan Irak berada di titik pusat konspirasi tersebut.
Koran al-Ahram Mesir menulis di situsnya, apa yang disebut degan kesepakatan abad ini adalah trik Presiden AS Donald Tramp untuk kembali membagi Timur Tengah setelah ratusan tahun dari Perjanjian Sykes Pico dan Perjanjian Balfour.
Tujuan utama plot Amerika-Saudi-Zionis melawan Lebanon dan Irak dan Suriah adalah melemahkan negara-negara tersebut serta menyibukkan rakyat dan pejabatnya dengan instabilitas dan krisis domestik. Ancaman tersebut yang terus diperingatkan oleh Sekjen Hizbullah.(MZ)