Keterpurukan Saudi dan Belanja Militer Terbesar Dunia
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i56122-keterpurukan_saudi_dan_belanja_militer_terbesar_dunia
Dalam laporan terbaru Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), disebutkan, Arab Saudi pada 2017, dengan 69,4 miliar USD berada di posisi ketiga di dunia dalam belanja militer.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
May 03, 2018 11:12 Asia/Jakarta
  • Armada Arab Saudi
    Armada Arab Saudi

Dalam laporan terbaru Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), disebutkan, Arab Saudi pada 2017, dengan 69,4 miliar USD berada di posisi ketiga di dunia dalam belanja militer.

Sebelumnya, setelah Amerika Serikat dan Cina, Rusia berada di posisi ketiga dan Arab Saudi sebagai negara keempat dengan tingkat belanja militer terbesar di dunia. Namun setelah Rusia memangkas pengeluarannya hingga seperlima tahun lalu, Arab Saudi naik ke posisi ketiga dengan peningkatan anggaran belanja militer hingga 9,2 persen.

 

Arab Saudi sedang mendorong Timur Tengah ke arah supremasi "militerisme." Dalam laporan SIPRI disebutkan juga bahwa anggaran militer Saudi saja telah meningkatkan pengeluaran militer di Timur Tengah sekitar 6,2 persen pada tahun 2017.

 

Ada beberapa poin penting terkait belanja militer Saudi ini; Pertama, Arab Saudi menuding Republik Islam Iran menyulut instabilitas dan ketegangan di kawasan, padahal Republik Islam Iran mendefinisikan anggaran militernya berdasarkan "kebutuhan" bukan "intervensi dan perang". Oleh sebab itu, Republik Islam Iran tidak termasuk di antara negara-negara dengan pengeluaran militer terbesar di dunia.

pasukan Saudi

 

Menurut Pieter Wezeman, seorang peneliti senior SIPRI, salah satu alasan utama peningkatan belanja militer Riyadh adalah perang di kawasan. Arab Saudi terlibat dalam perang Yaman sejak 2015, dan setiap hari membombardir banyak wilayah Yaman. Arab Saudi juga salah satu pendukung terpenting kelompok teroris di Suriah, dan sebelumnya di Irak.

 

Poin kedua adalah bahwa pengeluaran militer Arab Saudi sebagian besar disebabkan oleh pembelian senjata dan layanan militer dari negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat. Arab Saudi telah menjadi sumber pendapatan penting bagi Amerika Serikat, Inggris dan Perancis. Hal ini telah terbukti dalam kunjungan Putra Mahkota Mohamed bin Salman (MBS) ke London dan Washington pada bulan Maret dan kunjungannya ke Paris pada April lalu.

 

Poin ketiga adalah bahwa pengeluaran militer yang sangat besar Arab Saudi terbukti kontraproduktif untuk keamanan dan stabilitas di Timur Tengah. Wilayah tersebut telah memulai proses sejak 2011 yang dapat berujung pada pengembangan masyarakat sipil, peningkatan status hak-hak sipil dan penciptaan sistem yang demokratis. Namun pemerintah Saudi mencampuri urusan internal negara-negara yang terlibat dalam protes rakyat dan mendorong kawasan menuju militerisme dan perang. Foto miris anak-anak dan perempuan Yaman, Suriah dan Irak merupakan hasil dari militerisme dan perang Al Saud.

 

Poin terakhir adalah bahwa pemerintah Riyadh telah meningkatkan pengeluaran militernya sebesar 9,2 persen tahun lalu, sementara neraca pertumbuhan ekonomi menunjukkan angka negatif.

 

Bloomberg merilis laporan pada Februari 2018 bahwa Arab Saudi telah mengalami keterpurukan terparah di antara negara-negara di dunia dalam hal kesengsaraan ekonomi (akumulasi tingkat inflasi dan pengangguran) dan bergabung dengan 10 negara paling terpuruk di dunia.(MZ)