Jihad Islam Palestina: AS Tidak Menghargai Negara-negara Arab
-
Jihad Islam Palestina
Anggota Biro Politik Jihad Islam Palestina Nafiz Azam mengatakan Amerika Serikat yang mengambil langkah sepihak di kawasan terutama mengenai al-Quds telah membuktikan bahwa negara ini tidak menghargai posisi apapun untuk negara-negara Arab dan pandangan rakyat dan pemerintahannya.
Pada tanggal 14 Mei 2018, AS memindahkan Kedutaan Besarnya dari Tel Aviv ke al-Quds bersamaan dengan prakarsa kompromi sejumlah negara Arab dengan rezim Zionis Israel dan peringatan Hari Nakba.
Nafiz Azam dalam sebuah pernyataan seperti dilansir IRNA, Sabtu (2/6/2018), menambahkan bahwa pemindahan Kedubes AS tersebut menunjukkan tidak ada nilai apapun yang dipercayai dan dihargai Washington untuk negara-negara Arab.
Dia menuntut negara-negara Arab untuk mengambil posisi yang lebih kuat guna menghadapi kebijakan AS yang belum pernah terjadi sebelumnya itu.
Anggota Biro Politik Jihad Islam Palestina lebih lanjut menyinggung Pawai Hak untuk Pulang Palestina.
Dia menuturkan, rakyat Palestina akan melanjutkan pawai ini hingga meraih tujuan-tujuannya meskipun rezim Zionis melanjutkan serangan terhadap mereka dan adanya berbagai konspirasi lainnya.
Nafiz Azam membantah isu tentang mundurnya kelompok-kelompok Palestina dari Pawai Hak untuk Kembali.
Pawai Akbar Hak untuk Kembali Palestina dimulai sejak 30 Maret 2018 di perbatasan timur Gaza. Hingga sekarang, lebih dari 120 peserta pawai gugur syahid diserang pasukan rezim Zionis, dan lebih dari 13.000 lainnya terluka. (RA)