Jubir Ansarullah: Saudi Ingin Hancurkan Yaman
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i59046-jubir_ansarullah_saudi_ingin_hancurkan_yaman
Juru bicara Gerakan Rakyat Yaman Ansarullah Mohammad Abdussalam mereaksi kelanjutan agresi militer koalisi pimpinan Arab Saudi dan menjelaskan tujuannya.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jun 22, 2018 01:32 Asia/Jakarta
  • Juru bicara Gerakan Rakyat Yaman Ansarullah Mohammad Abdussalam
    Juru bicara Gerakan Rakyat Yaman Ansarullah Mohammad Abdussalam

Juru bicara Gerakan Rakyat Yaman Ansarullah Mohammad Abdussalam mereaksi kelanjutan agresi militer koalisi pimpinan Arab Saudi dan menjelaskan tujuannya.

Dia mengatakan, tujuan pasukan agresor adalah menghancurkan Yaman, melenyapkan rakyat negara ini dan merampas hak pengambilan keputusan di Yaman melalui pendudukan terhadap posisi strategis Yaman, penyeberangan dan pelabuhan-pelabuhan.

 

Seperti dilansir Alalam, Kamis (21/5/2018), jubir Ansarullah dalam pernyataan terbaru menggambarkan perlawanan dan prestasi militer dan komite rakyat Yaman dalam perang di pantai barat negara ini sebagai seperti sebuah keajaiban.

 

"Langkah musuh yang masuk ke peperangan al-Hudaydah adalah tanda gerakan mereka menuju ke arah bunuh diri massal," ujarnya.

 

Abdussalam menambahkan, meskipun pasukan agresor memiliki peralatan lengkap militer, media dan kekayaan minyak, namun mereka gagal dan belum belajar dari kegagalan berturut-turutnya.

 

Sebelumnya, jubir Militer Yaman, Sharaf Ghalib Luqman mengatakan, militer dan komite rakyat Yaman memiliki kesiapan penuh militer untuk menghadapi musuh, di mana pekerjaan musuh akan segera berakhir.

Pertempuran di pelabuhan al-Hudaydah

 

Sejak 13 Juni 2018, koalisi militer pimpinan Arab Saudi memulai serangan luas ke Yaman barat untuk menduduki pelabuhan al-Hudaydah. Namun setelah gagal mencapai kemajuan di selatan bandara al-Hudaydah, mereka memutuskan mundur.

 

Serangan ke al-Hudaydah dilancarkan meski telah diperingatkan mengenai memburuknya kondisi kemanusiaan di Yaman. Al-Hudaydah adalah jalur utama pengiriman bantuan kemanusiaan ke Yaman.  

 

Arab Saudi dengan dukungan Amerika Serikat, Uni Emirat Arab dan beberapa negara lainnya, melancarkan agresi militer ke Yaman sejak Maret 2015.

 

Pasukan agresor juga memblokade Yaman dari darat, laut dan udara, sehingga menambah penderitaan rakyat negara itu.

 

Invasi militer Saudi dan sekutunya ke Yaman hingga sekarang telah merenggut nyawa lebih dari 14.000 warga negara ini dan melukai puluhan ribu lainnya. (RA)