Palestina: Perlawanan Yaman, Contoh Perjuangan Melawan Penjajah
-
Front Pembebasan Palestina.
Front Pembebasan Palestina menyatakan bahwa perlawanan nasional dan pemberani rakyat Yaman merupakan contoh revolusioner untuk bangsa-bangsa tertindas yang berperang demi kebebasan, martabat dan kedaulatannya.
Seperti dilansir IRNA, Front Pembebasan Palestina dalam pernyataannya pada hari Minggu (1/7/2018) menegaskan posisinya yang berprinsip dan stabil untuk mendukung rakyat Yaman yang sedang berjuang melawan agresi militer Arab Saudi dan sekutunya meskipun mereka menghadapi berbagai kesulitan.
Front Pembebasan Palestina juga meminta rakyat Palestina dan kekuatan nasionalnya untuk sepenuhnya mendukung rakyat Yaman.
Disebutkan pula bahwa ketika rakyat Yaman di desa-desa dan kota meneriakkan slogan untuk melawan rezim Zionis Israel, Arab Saudi dan sekutunya justru berusaha merealisasikan transaksi dan kesepakatan mencurigakan anti-Palestina dan mengambil kebijakan normalisasi hubungan dengan Israel.
Front Pembebasan Palestina menegaskan, rakyat Yaman menganggap isu Palestina sebagai masalah utama mereka dan juga masalah Arab, dan partisipasi ratusan ribu warga Yaman dalam Pawai Hari Quds Internasional menunjukkan dukungan mereka kepada al-Quds dan Palestina.
Di Hari al-Quds Sedunia yang diperingati di Jumat terakhir bulan suci Ramadhan, ratusan ribu warga Yaman berpartisipasi dalam pawai peringatan hari tersebut.
Sekretaris Jenderal Gerakan Rakyat Yaman Ansarullah Sayid Abdul-Malik Badreddin al-Houthi menyebut al-Quds dan Palestina sebagai isu utama dan poros bagi umat Islam.
Dia mengatakan, Amerika Serikat dan rezim Zionis sedang berusaha untuk mendominasi semua kawasan dan dunia.
"Peran merusak Arab Saudi di kawasan untuk mewujudkan rencana AS bernama 'Kesepakatan Abad' adalah jelas bagi semua pihak," ujarnya.
Berdasarkan Kesepakatan Abad' atau The Deal of Century, al-Quds akan diserahkan kepada rezim Zionis dan pengungsi Palestina tidak memiliki hak untuk kembali. Selain itu, rakyat Palestina hanya akan memiliki wilayah yang tersisa di Tepi Barat dan Jalur Gaza. (RA)