Yaman: Kejahatan Pasukan Agresor Berlanjut atas Lampu Hijau AS
-
Wakil juru bicara militer Yaman Kolonel Aziz Rashid.
Wakil juru bicara militer Yaman Kolonel Aziz Rashid mengatakan, pembantaian terhadap rakyat Yaman dan kejahatan pasukan agresor berlanjut dengan lampu hijau dari Amerika Serikat.
"Setiap kali pasukan agresor mengalami kekalahan di medan tempur, mereka membantai warga sipil untuk menekan dan membangkitkan emosi dan perasaan rakyat Yaman. Mereka mengira dengan kejahatan ini, kami akan membiarkan agresor menguasai Yaman," kata Rashid dalam wawancara dengan wartawan IRNA, Senin (13/8/2018).
Menurutnya, rakyat Yaman tidak berharap banyak kepada masyarakat dunia dan organisasi-organisasi internasional, sebab, mereka mengetahui bahwa hal itu tidak berguna mengingat sikap pasif lembaga-lembaga dunia atas kejahatan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi.
"Ketidakmampuan militer Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) di medan tempur menghadapi militer dan komite rakyat Yaman telah terbukti, oleh karena itu, mereka meminta bantuan kepada Amerika Serikat," ujarnya.
Jet tempur Arab Saudi pada Kamis malam menyerang sebuah bus pengantar siswa di kota Dhahyan, Provinsi Saada. Serangan brutal ini merenggut nyawa 55 orang dan melukai hampir 80 lainnya. Mayoritas korban adalah siswa.
Di bagian lain pernyataannya, wakil jubir militer Yaman menyinggung kemajuan industri pertahanan Yaman. Dia mengatakan, militer Yaman saat ini sedang sibuk memproduksi pesawat tanpa awak yang mampu menempuh jarak 1.500 km dan akan membuat musuh tercengang di masa mendatang.
Rashid juga menyinggung situasi medan tempur terutama di poros pantai barat Yaman. Dia menjelaskan, di semua poros, kondisi menguntungkan bagi militer dan komite rakyat Yaman, bahkan di sebagian medan tempur, brigade-brigade bayaran Saudi telah hancur atau tertangkap.
Agresi militer Arab Saudi ke Yaman yang didukung oleh Uni Emirat Arab, Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya dimulai sejak Maret 2015.
Invasi militer tersebut telah menyebabkan lebih dari 14.000 warga Yaman tewas dan puluhan ribu lainnya terluka.
Blokade darat, laut dan udara terhadap Yaman oleh pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi telah menambah penderitaan rakyat negara itu. Mereka kekurangan bahan makanan dan obat-obatan. (RA)