Yaman: Saudi Sengaja Serang Bus Pengantar Siswa di Dhahyan
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i60909-yaman_saudi_sengaja_serang_bus_pengantar_siswa_di_dhahyan
Ketua Komite Tinggi Revolusi Yaman Mohammad Ali al-Houthi mengatakan, berdasarkan bukti yang diperoleh, serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi ke sebuah bus pengantar siswa di Privinsi Saada dilakukan secara sengaja.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Aug 14, 2018 13:53 Asia/Jakarta
  • Ketua Komite Tinggi Revolusi Yaman Mohammad Ali al-Houthi.
    Ketua Komite Tinggi Revolusi Yaman Mohammad Ali al-Houthi.

Ketua Komite Tinggi Revolusi Yaman Mohammad Ali al-Houthi mengatakan, berdasarkan bukti yang diperoleh, serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi ke sebuah bus pengantar siswa di Privinsi Saada dilakukan secara sengaja.

Hal itu disampaikan Ali al-Houthi dalam cuitannya di Twitter ketika menyinggung serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi ke bus pengantar siswa di kota Dhahyan pada Kamis, yang merenggut 55 orang dan melukai 77 lainnya.

 

Seperti dilansir IRNA, Ali al-Houthi pada hari Selasa (14/8/2018) menulis, meskipun ada bukti dan dokumentasi yang menunjukkan kesengajaan koalisi untuk menyerang bus para siswa, namun ketidakpedulian masyarakat dunia terhadap kematian banyak manusia ini telah mencegah terbentuknya komite pencari fakta.

Serangan udara Saudi ke bus pengantar siswa di kota Dhahyan, Yaman.

 

Ketua Komite Tinggi Revolusi Yaman menegaskan, belum terbentuknya komite pencari fakta mengindikasikan kegagalan upaya untuk mencegah penumpahan darah di Yaman.

 

Ali al-Houthi kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan, Amerika Serikat mendukung serangan yang telah dilakukan ke Yaman.

 

Sementara itu, di sisi lain, jet- jet tempur Arab Saudi menyerang distrik al-Durahimi di al-Hudaydah. Serangan ini merenggut nyawa lima orang dari sebuah keluarga termasuk tiga anak.

 

Agresi militer Arab Saudi ke Yaman yang didukung oleh Uni Emirat Arab, Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya dimulai sejak Maret 2015.

 

Invasi militer tersebut telah menyebabkan lebih dari 14.000 warga Yaman tewas dan puluhan ribu lainnya terluka.

 

Blokade darat, laut dan udara terhadap Yaman oleh pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi telah menambah penderitaan rakyat negara itu. Mereka kekurangan bahan makanan dan obat-obatan. (RA)