PBB: Serangan ke Bus Pengantar Siswa Yaman Tidak dapat Dibenarkan
-
Serangan udara Arab Saudi ke Kota Dhahyan Yaman, 55 orang tewas.
Koordinator PBB untuk Urusan Kemanusiaan di Yaman Lise Grande mengecam serangan udara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi ke bus pengantar siswa di kota Dhahyan, Provinsis Saada, Yaman.
Grande dalam sebuah pernyataan, menyinggung serangan udara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi ke bus pengantar siswa yang merenggut 55 orang dan melukai 77 lainnya. Dia mengatakan serangan ke para siswa di kota Dhahyan tidak dapat dibenarkan.
Seperti dilansir IRNA, Grande –yang mengunjungi Yaman untuk mengevaluasi kondisi para korban serangan di Dhahyan– itu menambahkan, dunia secara bulat mengecam tindakan koalisi Arab Saudi ini.
Dia lebih lanjut menegaskan bahwa para pejabat PBB harus mengunjungi Yaman dan menyaksikan dari dekat tindakan anti-kemanusiaan yang dilakukan kaolisi pimpinan Arab Saudi di negara itu, dan juga menuntut Sekretaris Jenderal PBB untuk melakukan penyelidikan komprehensif dan independen atas kejahatan ini.
Kondisi korban terluka dan foto-foto para korban kejahatan Arab Saudi di Dhahyan sangat mengerikan dan bahkan membuat pejabat tinggi PBB itu meneteskan air mata.
Agresi militer Arab Saudi ke Yaman yang didukung oleh Uni Emirat Arab, Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya dimulai sejak Maret 2015.
Invasi militer tersebut telah menyebabkan lebih dari 14.000 warga Yaman tewas dan puluhan ribu lainnya terluka.
Blokade darat, laut dan udara terhadap Yaman oleh pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi telah menambah penderitaan rakyat negara itu. Mereka kekurangan bahan makanan dan obat-obatan. (RA)