20 Tentara Bayaran Koalisi Saudi Tewas di Pesisir Barat Yaman
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i60972-20_tentara_bayaran_koalisi_saudi_tewas_di_pesisir_barat_yaman
Sumber-sumber militer Yaman mengkonfirmasikan tewasnya 20 tentara bayaran koalisi agresor Saudi di pesisir barat Yaman akibat ledakan ranjau.
(last modified 2026-07-04T12:01:02+00:00 )
Aug 16, 2018 17:47 Asia/Jakarta
  • Tentara bayarang Arab Saudi tewas di Yaman
    Tentara bayarang Arab Saudi tewas di Yaman

Sumber-sumber militer Yaman mengkonfirmasikan tewasnya 20 tentara bayaran koalisi agresor Saudi di pesisir barat Yaman akibat ledakan ranjau.

Menurut laporan IRNA hari Kamis (16/8), televisi al-Masirah Yaman mengutip sumber-sumber militer Yaman menyatakan, ketika tentara bayaran koalisi agresor Saudi tengah berusaha kembali dari barat al-Durihami di pesisir barat Yaman mereka terjebak ledakan ranjau yang telah dipersiapkan dan tewas.

"5 kendaraan lapis baja modern koalisi Saudi di pesisir barat Yaman ditembak dan terbakar," ujar sumber tersebut.

Kendaraan militer Saudi hancur di Yaman

Sesuai dengan laporan ini, militer dan komite rakyat Yaman selama 72 jam lalu berhasil menewaskan 180 tentara agresor koalisi Arab Saudi yang berusaha menduduki kota al-Durihami dan sebagian daerah di pesisir pantai barat Yaman sementara sedikitnya 136 orang terluka. Pasukan Yaman juga berhasil menghancurkan 20 kendaraan militer termasuk kendaraan lapis baja Oshkosh Amerika Serikat dan amunisi para agresor di front al-Durihami di pesisir barat Yaman.

Operasi militer dan komite rakyat Yaman di sekitar kota al-Durihami di pesisir barat dilakukan dengan dukungan kabilah Tahamah dan sekalipun koalisi agresor Saudi membombardir posisi-posisi pasukan Yaman, tapi tetap saja mereka harus menghadapi kerugian besar.

Agresi militer Arab Saudi ke Yaman yang didukung oleh Uni Emirat Arab, Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya dimulai sejak Maret 2015. Invasi militer tersebut telah menyebabkan lebih dari 14.000 warga Yaman tewas, puluhan ribu lainnya terluka dan memaksa jutaan lainnya mengungsi.