PM Irak: Hubungan Irak dengan Iran tidak dapat Dipengaruhi unsur Asing
-
PM Irak Adil Abdul Mahdi
Perdana Menteri Irak Adil Abdul-Mahdi mengatakan, hubungan Irak dan Iran dalam koridor kepentingan nasional kedua negara dan tidak akan terpengaruh oleh tuntutan dan represi asing.
Seperti dilaporkan IRNA, Adil Abdul-Mahdi Ahad (9/10) seraya menjelaskan bahwa negaranya tidak akan mengikuti sanksi AS anti Iran menambahkan, Irak sebagai negara independen akan melanjutkan hubungan luar negeri khususnya hubungan ekonomi dengan Iran berdasarkan kepentingan dan manfaat nasional.
Seraya mengisyaratkan bahwa ekonomi Iran dan Irak saling berkaitan, Abdul Mahdi menambahkan, sikap Baghdad terhadap sanksi sepihak Washington terhadap rakyat Iran sama seperti sikap Uni Eropa, Rusia, Cina dan Jepang.
Presiden AS Donald Trump 8 Mei 2018 secara sepihak mengumumkan keluar dari JCPOA dan dalam sebuah instruksinya memerintahkan pemulihan kembali sanksi ilegal nuklir terhadap Iran dalam dua periode.
Sanksi ini menarget langsung rakyat Iran dan setiap agitasi AS di bidang ini merupakan upaya justifikasi. (MF)