AS Terpaksa Meminta Maaf kepada Irak
-
AS terpaksa Minta Maaf kepada Irak
Kuasa usaha Amerika Serikat di Baghdad, Joey Hood Sabtu (13/05) mendatangi kantor pusat polisi federal Irak dan mewakili pemerintah Amerika meminta maaf kepada bangsa Irak atas serangan ke pos polisi Irak di al-Riyadh, distrik al-Huwaijah, Provinsi Kirkuk oleh helikopter tempur.
Pengamat Irak menilai represi publik dan protes berbagai kubu serta faksi Irak yang membuat Amerika terpaksa meminta maaf kepada Irak dalam kasus ini.
Helikopter tempur militer Amerika Rabu 24 April menyerang polisi Irak di al-Riyadh, distrik al-Huwaijah di Provinsi Kirkuk. Serangan tersebut menewaskan seorang polisi Irak dan menciderai dua lainnya.
Kejahatan ini memicu protes luas faksi Irak dan komando polisi Irak juga menginstruksikan pembentukan sebuah tim pencari fakta.
Selain itu, ditetapkan bahwa parleman Irak dalam salah satu sidangnya akan mengkaji kasus ini.
Sampai saat ini belum ada hasil dari penyidikan tersebut.
Amerika selama beberapa tahun terakhir dengan dalih memerangi kelompok teroris, kerap menarget warga sipil dan militer di Suriah dan Irak.
Serangan terbaru AS terhadap aparat keamanan Irak terjadi ketika sejumlah fraksi Irak di parlemen tengah berusaha meratifikasi undang-undang penarikan atau penentuan tugas serta pembatasan misi pasukan Amerika di wilayah negara ini.
Pasukan Amerika yang mengalami kekalahan dan kegagalan beruntun, tahun 2011 terpaksa meninggalkan wilayah Irak, namun tahun 2014 dengan dalih memerangi kelompok teroris Daesh (ISIS) mereka membentuk koalisi yang diklaim sebagai koalisi anti Daesh, kembali memasuki wilayah Irak.
Koalisi internasional anti Daesh pimpinan AS dibentuk di era presiden Barack Obama dengan klaim memerangi teroris di Irak dan Suriah. Padahal berdasarkan laporan resmi, AS dan mitra Barat serta Arabnya justru menjadi pihak yang membentuk dan menjadi sponsor kelompok teroris termasuk Daesh.